FENOMENA TAKBIRAN REMIX: PRAKTIK KAUM MUDA MIGRAN JAWA DALAM PAWAI MALAM TAKBIRAN DI KOTA SAMARINDA
Farah Alya, Dr. Oki Rahadianto Sutopo, M. Si., Dr. Eli Irawati, M. A.
2025 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa
Fenomena takbiran remix di Kota Samarinda mencerminkan dinamika
sosial-budaya yang kompleks akibat pertemuan antara tradisi
keagamaan, migrasi, dan perkembangan teknologi dalam konteks urban
multikultural. Penelitian ini secara spesifik berfokus pada peran sentral
kaum muda migran Jawa dalam memproduksi, mengelola, dan memaknai
takbiran remix sebagai medium ekspresi identitas dan ekpresi budaya
urban serta negosiasi sosial. Penelitian ini menganalisis bagaimana musik
dalam praktik ini tidak hanya menjadi latar hiburan, melainkan agen aktif
yang mengonstruksi ruang sosial, menyatukan nilai-nilai Islam, memori
budaya Jawa, dan pengaruh musik elektronik global ke dalam satu
lanskap suara yang khas.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan etnomusikologi. Hasil Analisis menunjukkan bahwa,
Takbiran remix terbukti merupakan bentuk artikulasi budaya dan
spiritualitas urban yang menggabungkan elemen religius dan profan.
Praktik ini merepresentasikan ekspresi budaya urban kaum muda migran
Jawa, yang menggabungkan elemen religius tradisional dengan teknologi
digital dan gaya hidup kota dalam satu peristiwa performatif yang khas di
Samarinda. Kaum muda membentuk solidaritas temporer yang cair,
berdasarkan afeksi, pengalaman bersama, dan estetika kolektif dalam
praktik musik remix. Melalui takbiran remix, kaum muda migran Jawa
merekontekstualisasi tradisi, menjadikannya relevan di ruang kota yang
dinamis. Identitas yang terbentuk bersifat fleksibel dan adaptif, tidak lagi
terikat secara kaku pada kategori etnis atau agama, melainkan sebagai
identitas hibrida yang terus dinegosiasikan.
The phenomenon of takbiran remix in Samarinda reflects the complex socio
cultural dynamics resulting from the intersection of religious tradition,
migration, and technological development in a multicultural urban context.
This study specifically focuses on the central role of young Javanese
migrants in producing, organizing, and interpreting takbiran remix as a
medium of identity expression, urban cultural expression, and social
negotiation. This research analyzes how music in this practice serves not
merely as background entertainment but functions as an active agent in
constructing social space, merging Islamic values, Javanese cultural
memory, and global electronic music influences into a distinct sonic
landscape.
A qualitative research method with an ethnomusicological approach is
employed. The analysis shows that takbiran remix is a form of cultural and
urban spiritual articulation, blending sacred and profane elements. This
practice represents the urban cultural expression of young Javanese
migrants, who integrate traditional religious elements with digital
technology and urban lifestyles in a unique performative event in
Samarinda. These young people form temporary, fluid solidarities based on
shared affect, collective experience, and aesthetic sensibilities through remix
music practices. Through takbiran remix, they recontextualize tradition,
making it relevant within the dynamic space of the city. The resulting
identities are flexible and adaptive, no longer rigidly bound by ethnic or
religious categories, but rather hybrid identities that are continually
negotiated.
Kata Kunci : Kata kunci: Takbiran Remix, Kaum Muda Migran Jawa, Ekspresi Budaya Urban.