Analisis Etika Keadilan dalam Perlakuan Dokter Kepada Pasien Penyakit Kronik Pengguna BPJS
Puspa Sakti Pertiwi, Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA ; Dr. C.B Kusmaryanto, SCJ
2025 | Tesis | MAGISTER BIOETIKA
Latar belakang: Penyakit kronik memerlukan perhatian khusus dalam layanan kesehatan karena membutuhkan pengobatan jangka panjang dengan biaya tinggi. Program Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Indonesia bertujuan untuk memberikan perlindungan sosial kepada masayarakat dalam mengakses layanan kesehatan yang adil, yaitu sesuai dengan hak apa yang memang menjadi haknya. Namun, pengguna BPJS khususnya pasien penyakit kronik yang membutuhkan perawatan berkelanjutan, sering menghadapi kendala dalam mendapatkan layanan berkualitas, yang menimbulkan persepsi ketidakadilan, terutama dalam perlakuan dokter kepada pasien.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif pendekatan fenomenologi dengan partisipan berjumlah 9 orang. Penelitian dilakukan melalui wawancara mendalam lalu data diolah menggunakan coding dan disajikan secara deskriptif.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien penyakit kronik yang menggunakan layanan BPJS sering merasa diperlakukan tidak adil, terutama dalam hal komunikasi, perhatian dari dokter, dan akses layanan. Hubungan yang hangat dan manusiawi antara dokter dan pasien sangat membantu menciptakan rasa nyaman dan kepercayaan selama menjalani perawatan, meskipun sistem pelayanan memiliki banyak keterbatasan.
Kesimpulan: Penerapan prinsip keadilan distributif beauchamp dan childress telah diterapkan dalam sistem BPJS, namun perlakuan adil yang etis dalam pelayanan masih memerlukan perhatian lebih. Sikap empati, komunikasi yang baik, dan perhatian dokter terhadap kondisi pasien mampu menciptakan pengalaman berobat yang lebih adil dan bermakna. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan yang lebih humanis dalam pelayanan kesehatan, khususnya dalam konteks keterbatasan sistem seperti BPJS.
Background: Chronic diseases require special attention in healthcare services as they involve long-term treatment and high costs. The National Health Insurance Program managed by BPJS Kesehatan in Indonesia aims to provide social protection for society in accessing fair healthcare services according to their rights. However, BPJS users, particularly chronic disease patients requiring continuous care, often face difficulties in obtaining quality services, fostering perceptions of injustice, especially within doctor-patient relationships.
Methods: This study employed a qualitative descriptive method with a phenomenological approach involving 9 participants. Data were collected through in-depth interview. Analyzed using coding techniques, and presented descriptively with data triangulation.
Results: Patients with chronic illnesses using BPJS services often felt they were treated unfairly, particularly in terms of communication, attention from doctors, and access to services. A warm and humane doctor-patient relationship greatly contributed to a sense of comfort and trust during the treatment process, even within a healthcare system that has many limitations.
Conclusions: The implementation of justice principle has been applied in the BPJS system, but the humanistic aspect of care still requires more attention. These findings highlight the importance of a more humanistic approach in healthcare delivery, especially in the context of systemic limitations such as those found in BPJS.
Kata Kunci : keadilan distributif, etika pelayanan kesehatan, hubungan dokter dan pasien, penyakit kronik