PEMAKNAAN DAN PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA TERHADAP BARANG BRANDED (ANALISIS: STUDI KASUS PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA TERHADAP BARANG BRANDED JENIS SEPATU DAN BAJU PADA MAHASISWA DI YOGYAKARTA)
ROY BIMA AHIMSA, Dr. Muhamad Supraja, S.Sos, S.H., M.Si
2025 | Skripsi | Sosiologi
Brand (merek) adalah nama atau simbol yang melekat pada suatu produk dan digunakan
sebagai pembeda dengan produk lainnya. Setiap merek membangun citranya
masing-masing lewat narasi-narasi yang diciptakan mengenai bagaimana mereka
ingin dilihat oleh para konsumen. Beberapa merek membangun citra mereka semenarik
mungkin. Dalam perkembanganya, barang branded sering dianggap sebagai
produk yang terkesan mewah dan eksklusif. Dengan daya tariknya, barang branded
membuat banyak orang tergoda untuk membeli dengan berbagai motivasi mereka. Dalam
penelitian ini, dinamika mahasiswa sebagai seorang remaja dalam melakukan
aktivitas pembelian barang branded menjadi fokus utama. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara sebagai upaya untuk
memahami secara dalam dan rinci mengenai motivasi remaja dalam membeli barang branded.
Penelitian ini menggunakan teori kultivasi George Gerbner dan teori fetisisme
komoditas yang dipopulerkan oleh Karl Marx sebagai kerangka berpikir. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang memengaruhi motivasi
mahasiswa dalam membeli barang branded yaitu lingkungan dan media
sosial. Lingkungan keluarga dan pertemanan menjadi awal seseorang mengenal
barang branded. Namun, motivasi yang paling dominan adalah pengaruh dari
media sosial. Media sosial menyajikan begitu banyak informasi dan iklan
mengenai suatu produk dan mampu membangkitkan hasrat mereka untuk membeli suatu
produk dan apabila tanpa kontrol diri, dapat mengarah pada perilaku konsumtif.
Terdapat banyak iklan produk dengan berbagai narasi yang dibangun untuk
merepresentasikan citra merek mereka. Citra merek menjadi magnet dan
memengaruhi keputusan membeli bagi mahasiswa. Meskipun informan mengaku bahwa
keputusan membeli juga didasari atas kenyamanan, tetapi citra merek yang
menarik tidak luput dari perhatian mereka. Bagaimana citra merek
merepresentasikan diri mereka dan bagaimana mereka ingin dilihat oleh orang
lain menjadi salah satu faktor utama pembelian barang branded. Dengan
kata lain, perilaku konsumtif suatu barang branded tidak hanya dilihat
dari nilai guna, tetapi juga dari nilai estetik, sosial, dan simbolik.
A brand is a name or symbol attached to a
product and used to distinguish it from other products. Each brand builds its
own image through the narratives it creates about how it wants to be seen by
consumers. Some brands build their image as attractively as possible. In its
development, branded goods are often considered as products that seem luxurious
and exclusive. With its appeal, branded goods tempt many people to buy with
their various motivations. In this study, the dynamics of students as teenagers
in purchasing branded goods are the main focus. This research uses a
qualitative method by conducting interviews as an effort to understand in depth
and detail the motivations of teenagers in buying branded goods. This research
uses George Gerbner's cultivation theory and the theory of commodity fetishism
popularized by Karl Marx as a framework. The results showed that there are two
factors that influence students' motivation in buying branded goods, namely the
environment and social media. The family and friendship environment are the
beginning of a person's exposure to branded goods. However, the most dominant
motivation is the influence of social media. Social media presents so much
information and advertisements about a product and is able to arouse their
desire to buy a product and if without self-control, it can lead to buying
branded goods can lead to consumptive behavior. There are many product
advertisements with various narratives built to represent their brand image.
Brand image becomes a magnet and influences buying decisions for students.
Although informants admitted that buying decisions were also based on
convenience, an attractive brand image did not escape their attention. How the
brand image represents themselves and how they want to be seen by others is one
of the main factors in purchasing branded goods. In other words, the
consumptive behavior of a branded item is not only seen from the use value, but
also from the aesthetic, social, and symbolic values.
Kata Kunci : Barang Branded, Perilaku Konsumtif, Mahasiswa, Media Sosial, Citra Merek