Laporkan Masalah

REPRESENTASI KOLONIALISME DAN RESISTENSI DALAM NOVEL JALAN TAK ADA UJUNG KARYA MOCHTAR LUBIS: KAJIAN PASCAKOLONIALISME ANIA LOOMBA

Manedho Ndaru Linggar, Dr, Sudibyo, M.Hum.

2025 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi kolonialisme dan resistensi dalam novel Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis dengan menggunakan pendekatan pascakolonialisme Ania Loomba. Latar belakang penelitian ini berpegang pada pentingnya membaca ulang karya sastra Indonesia pascakolonial sebagai medium kritik terhadap relasi kuasa yang masih berjejak dalam pengalaman historis dan psikologis tokoh- tokohnya. Masalah utama yang dianalisis adalah bagaimana kekuasaan kolonial direpresentasikan dalam kehidupan masyarakat pribumi, serta bagaimana bentuk- bentuk resistensi muncul dalam narasi tokoh dan membentuk kesadaran identitas nasional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan analisis tekstual terhadap unsur naratif dan representasi dalam karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi kolonial dalam novel ini tidak hanya hadir secara fisik melalui militerisasi dan kekuasaan politik, tetapi juga bekerja secara afektif dan simbolik melalui rasa takut, kehancuran identitas, dan represi dalam ruang domestik. Di sisi lain, resistensi muncul dalam bentuk yang kompleks: dari trauma dan kebisuan, ambivalensi moral, hingga solidaritas kolektif rakyat kecil. Tokoh Guru Isa mengalami transformasi dari subjek yang terjajah menjadi individu yang sadar dan aktif dalam perjuangan. Novel ini tidak hanya merepresentasikan perlawanan terhadap penjajahan, tetapi juga membentuk makna baru tentang kebangsaan yang berakar dari pengalaman bersama, bukan dari struktur negara formal. Dengan demikian, novel Jalan Tak Ada Ujung merupakan teks pascakolonial yang merekam dinamika subjektivitas, kekuasaan, dan perjuangan dalam membangun identitas bangsa Indonesia yang merdeka.

This study aims to examine the representation of colonialism and resistance in Jalan Tak Ada Ujung, a novel by Mochtar Lubis, using Ania Loomba’s postcolonial framework. The background of this research is based on the need to reread Indonesian postcolonial literature as a critical medium for addressing power relations that continue to linger in the historical and psychological experiences of its characters. The main problems analyzed are how colonial power is portrayed in the lives of indigenous people and how various forms of resistance emerge through narrative and contribute to the formation of national identity. This research applies a descriptive-qualitative method with a textual analysis approach focused on narrative elements and representational structures. The findings reveal that colonial domination in the novel is present not only in the form of physical militarization and political power but also operates affectively and symbolically through fear, identity breakdown, and repression within the domestic sphere. On the other hand, resistance takes shape in complex ways: from trauma and silence to moral ambivalence and the collective solidarity of ordinary people. The protagonist Isa undergoes a transformation from a colonized subject into an individual who becomes aware and actively involved in resistance. The novel does not merely depict opposition to colonial rule but also constructs a new meaning of nationalism rooted in shared experience rather than in formal state structures. Thus, Jalan Tak Ada Ujung novel’s be read as a postcolonial literary text that captures the dynamics of subjectivity, power, and struggle in the process of constructing an independent national identity.

Kata Kunci : Kata kunci: kolonialisme; resistensi; pascakolonialisme; Ania Loomba; Jalan Tak Ada Ujung/Keywords: colonialism; resistance; postcolonialism; Ania Loomba; Jalan Tak Ada Ujung

  1. S1-2025-482936-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482936-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482936-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482936-title.pdf