LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) SEPEDA MOTOR DI INDONESIA
Setiowati, Prof. Ir. Budi Hartono, S.T., MPM. Ph.D., IPU., ASEAN Eng
2013 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRISarana transportasi berkembang mengikuti fenomena yang timbul akibat penggalian sumber daya seperti penemuan teknologi baru, perkembangan struktur masyarakat, dan peningkatan pertumbuhan. Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk dan kendaraan yang terus bertambah, sepeda motor merupakan sarana transportasi yang paling dominan dari total kendaraan bermotor di Indonesia yaitu sebesar 79%. Pertumbuhan jumlah sepeda motor meningkat pada 2010 dibanding 2009 sebesar 14,21%. Pertumbuhan tersebut memberikan dampak terhadap lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, diperlukan suatu teknik yang digunakan untuk mengukur dampak lingkungan yang terkait dengan suatu produk, suatu proses pembuatannya, ataupun layanan yang diberikan oleh produk tersebut selama siklus hidupnya, yang disebut dengan Life Cycle Assessment (LCA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan LCA untuk mengevaluasi konsumsi energi dan dampak lingkungan dari sepeda motor dengan life cycle perspective. Lingkup penelitian yang diambil adalah fase manufaktur beserta infrastruktur bangunan, perawatan, operasi dan produksi bahan bakar serta disposal sepeda motor. Fungsional unit yang digunakan adalah satu orang penumpang perkilometer (passenger kilometer/pkm). Database dibangun dan dikumpulkan berdasarkan data-data melalui observasi langsung, wawancara dan data-data empiris penunjang lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi dampak yang dihasilkan dari penggunaan satu unit fungsional sepeda motor yaitu Abiotic resource Depletion Potential (ADP) sebesar 5,26E-04 kg Sb-equiv./pkm, Global Warming Potential (GWP) sebesar 1,76E-01 kg CO2-equiv./pkm, Human Toxicity Potential (HTP) sebesar 1,10E-03 kg 1.4-DCB-equiv./pkm, serta Acidification Potential (AP) sebesar 5,45E-04 kg SO2-equiv./pkm. Proses yang memberikan kontribusi tertinggi terhadap ADP adalah Natural Gas melalui proses ekstraksi yaitu sebesar 56,36% dari total ADP yang dihasilkan. Kemudian proses yang memberikan kontribusi tertinggi terhadap GWP dan AP adalah proses operasi sebesar 57,48% dan 41,01% sedangkan proses yang memberikan kontribusi tertinggi terhadap HTP adalah proses manufaktur dari sepeda motor sebesar 55,89% yang diikuti oleh proses operasi sebesar 34,74% dari total dampak yang dihasilkan
Kata Kunci : Life Cycle Assessment (LCA), Life Cycle Inventory (LCI), energi, emisi, dampak lingkungan