Laporkan Masalah

Peran Relasi Negatif Orang Tua - Anak terhadap Gejala Depresi pada Dewasa Awal dengan Ruminasi sebagai Mediator

Dhia Rahmi Putri, Dra. Muhana Sofiati Utami, M.S., Ph.D., Psikolog

2025 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi

xBeberapa penelitian terdahulu mengindikasikan bahwa tinggal dengan orang tua pada usia dewasa awal dapat menjadi masalah yang memicu ruminasi dan gejala depresi pada individu dewasa awal. Penelitian ini bertujuan menguji peran relasi negatif ibu - anak terhadap gejala depresi pada dewasa awal, dengan ruminasi sebagai mediator. Alat ukur yang digunakan yaitu PHQ-9 untuk mengukur gejala depresi, NRI- RQV untuk mengukur relasi negatif orang tua - anak, dan RRS untuk mengukur ruminasi. Data dianalisis menggunakan PROCESS dalam aplikasi JASP. Hasil penelitian terhadap partisipan dewasa awal (N = 202) berusia 18-29 tahun (M = 24,8) menunjukkan bahwa ruminasi berperan sebagai mediator parsial antara relasi negatif ibu - anak terhadap gejala depresi pada dewasa awal (b = 0,137, p<0>

Prior researches have indicated that the intergenerational coresidence of emerging adults and their parents can pose a problem that triggers rumination and depressive symptoms of emerging adult individuals. This research aims to evaluate the role of negative mother - child relationship on depressive symptoms in emerging adults, with rumination as mediator. Measures used in this research are PHQ-9 for depressive symptoms, NRI-RQV for negative parent - child relationship, and RRS for rumination. Data was analyzed by PROCESS on JASP. Results on emerging adult participants (N = 202) aged 18-29 years (M = 24,8) show that rumination acts as partial mediator between negative mother - child relationship and depressive symptoms (b = 0,137, p<0>

Kata Kunci : Gejala depresi, relasi orang tua - anak, ruminasi

  1. S2-2025-485194-abstract.pdf  
  2. S2-2025-485194-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-485194-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-485194-title.pdf