Laporkan Masalah

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NIAT PENGGUNAAN ‘SHOPEE PAYLATER”

Ismy Anggini, Didi Achjari, Prof. Dr., M.Com., Ak., CA.

2025 | Skripsi | AKUNTANSI

Perkembangan teknologi yang pesat mendorong perusahaan fintech berinovasi hingga muncul layanan pembayaran pay later. Shopee paylater atau Spaylater merupakan pay later yang populer di Indonesia. Spaylater dapat digunakan untuk transaksi apapun dengan merchant yang terhubung. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji faktor-faktor yang mempengaruhi niat perilaku penggunaan Spaylater. Penelitian ini menggunakan enam variabel independen yaitu, harapan usaha, pengaruh sosial, kondisi-kondisi pemfasilitasan, motivasi hedonis, kebiasaan, dan keamanan teknologi. Metode purposive sampling digunakan pada penelitian ini dengan mendapatkan 100 pengguna melalui penyebaran kuesioner pada media sosial instagram, whatsapp, dan facebook. Analisis regresi linier berganda merupakan metode statistik yang digunakan pada penelitian ini. Kemudian dilakukan analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS versi 31. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa faktor motivasi hedonis, kebiasaan, dan keamanan teknologi memiliki pengaruh positif terhadap niat perilaku penggunaan Spaylater. Sebaliknya, faktor harapan usaha, pengaruh sosial, dan kondisi pemfasilitasan tidak memiliki pengaruh terhadap niat perilaku penggunaan Spaylater.

The rapid development of technology has driven fintech companies to innovate, leading to the emergence of pay later payment services. Shopee paylater or Spaylater is a popular pay later service in Indonesia. Spaylater can be used for transactions with any connected merchants. The aim of this study is to examine the factors that influence the behavioral intention to use Spaylater. This research uses six independent variables: effort expectancy, social influence, facilitating conditions, hedonic motivation, habit, and technology security. Purposive sampling method was employed, obtaining 100 users through questionnaires distributed via social media platforms such as Instagram, WhatsApp, and Facebook. Multiple linear regression analysis was used as the statistical method in this study. Data analysis was conducted using SPSS version 31. The results indicate that hedonic motivation, habit, and technology security have a positive influence on behavioral intention to use Spaylater. Conversely, effort expectancy, social influence, and facilitating conditions do not have a significant influence on the behavioral intention to use Spaylater.

Kata Kunci : Pay later, SPaylater, UTAUT2, keamanan teknologi, BNPL

  1. S1-2025-423406-abstract.pdf  
  2. S1-2025-423406-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-423406-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-423406-title.pdf