Laporkan Masalah

Pandangan Dunia Pramoedya Ananta Toer dalam Kumpulan Cerpen Cerita dari Blora

Melan Rambu Jera Palunggu Jawa, Dr. Pujiharto, M.Hum.

2025 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA

Penelitian ini berisikan kajian terhadap tiga cerpen bersudut pandang anak-anak yang terdapat dalam kumpulan cerpen Cerita dari Blora (CDB) karangan Pramoedya. Ketiga cerpen tersebut berjudul Yang Menyewakan Diri (YMD), Inem, dan Sunat. Kemungkinan adanya aspek ideologis (pandangan dunia) serta kesalingpengaruhan antara struktur sosial dengan karya sastra, sementara di sisi lain, cerita-cerita itu dituturkan melalui sudut pandang anak-anak membuat objek tersebut menarik untuk ditelaah lebih jauh. Adapun landasan teori bagi penelitian ini adalah teori strukturalisme-genetik Lucien Goldmann. Tujuan utama penelitian, yaitu menganalisis struktur karya sastra, pandangan dunia, dan struktur sosial yang menentukan keberadaan kumpulan cerpen CDB. 


Hasil penelitian ini menemukan bahwa struktur cerpen YMD dan Inem terdiri dari empat bentuk relasi oposisional utama, yaitu oposisi alamiah, kultural, sosial, dan manusia. Cerpen Sunat terdiri dari tiga bentuk relasi oposisional, yaitu oposisi kultural, sosial, dan manusia. Hasil telaah terhadap bagian-bagian yang membangun cerpen-cerpen tersebut, yaitu cerpen YMD merepresentasikan pandangan dunia realis-humanis Pramoedya sebagai bagian dari masyarakat kelas menengah. Cerpen Inem merupakan representasi pandangan dunia liberal-humanis pengarang yang terhubung dengan ciri khas anak-anak, sikap atau aspirasi yang secara alamiah umumya dimiliki oleh kelompok anak-anak. Terakhir, cerpen Sunat merepresentasikan pandangan dunia pragmatisme Pramoedya sebagai bagian dari masyarakat kelas menengah. 

Kata kunci: Cerita dari Blora, Pramoedya Ananta Toer, sudut pandang, pandangan dunia, strukturasi.

This research presents an analysis of three short stories told from a child’s point of view, all found in the short story collection Cerita dari Blora (CDB) by Pramoedya Ananta Toer. The three stories are titled Yang Menyewakan Diri (YMD), Inem, and Sunat. The potential presence of ideological aspects (worldviews) and the interplay between social structures and literary works—while at the same time being narrated through a child’s perspective—makes these texts particularly compelling objects of study. The theoretical foundation of this research is Lucien Goldmann’s genetic structuralism. The main purpose of the study was to analyse the literary structure, worldview, and social structure that underpin the existence of the CDB short story collection.


The findings of this study reveal that the literary structures of YMD and Inem contain four main forms of oppositional relations: natural, cultural, social, and human opposition. Meanwhile, Sunat contains three oppositions: cultural, social, and human opposition. A closer examination of the elements composing each short story shows that YMD reflects Pramoedya’s realist-humanist worldview as a member of the middle class. Inem represents the author’s liberal-humanist worldview, which aligns with the typical characteristics, attitudes, or aspirations commonly found among children. Lastly, Sunat represents Pramoedya’s pragmatic worldview, also shaped by his position within the middle class.

Keywords: Cerita dari Blora, Pramoedya Ananta Toer, point of view, worldview, structuration

Kata Kunci : Cerita dari Blora, Pramoedya Ananta Toer, sudut pandang, pandangan dunia, strukturasi.

  1. S1-2025-430906-abstract.pdf  
  2. S1-2025-430906-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-430906-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-430906-title.pdf