Pengaruh Persepsi Literasi Keuangan, Kemudahan, Intensitas Penggunaan dan Risiko Terhadap Perilaku Impulsive Buying Masyarakat dalam Penggunaan Paylater
Chrestella Nathania Gusta, Raden Roro Fosa Sarassina, M.B.A., Ph.D.
2025 | Tugas Akhir | D4 PERBANKAN
Perkembangan
teknologi yang pesat pada layanan Paylater pasca pandemi telah mengubah
pola konsumsi masyarakat, ditandai dengan peningkatan signifikan utang Paylater
di Indonesia dari tahun ke tahun. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran terkait
potensi peningkatan perilaku pembelian impulsif di kalangan pengguna paylater.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi literasi
keuangan, kemudahan, intensitas penggunaan, dan risiko terhadap perilaku
pembelian impulsif pada pengguna Paylater. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden yang
merupakan pengguna Paylater dari generasi Z dan Milenial yang
berdomisili di Pulau Jawa. Data yang terkumpul diolah menggunakan perangkat
lunak SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel persepsi
literasi keuangan dan persepsi risiko berpengaruh negatif terhadap perilaku
impulsive buying. Pada variabel kemudahan dan intensitas penggunaan Paylater
ditemukan berpengaruh positif terhadap perilaku impulsive buying. Hasil dalam
penelitian ini menggarisbawahi bahwa pentingnya melakukan peningkatan literasi
keuangan dan kesadaran risiko bagi pengguna Paylater untuk mengelola
perilaku konsumsi, sekaligus menjadi masukan bagi penyedia layanan untuk
mengembangkan kebijakan yang lebih bertanggung jawab.
The
rapid technological growth of post-pandemic services has changed people's
consumption patterns, characterized by a significant increase in paylater debt
in Indonesia over the years. The phenomenon raises concerns regarding the
potential for increased impulse-purchase behavior among paylater users. The
study aims to analyze the effects of perceptions of financial literacy, ease,
use intensity, and risk to impulse purchase behavior in paylater users. The
study employed a quantitative approach by spreading the questionnaire to 100
respondents who are paylater users of the z and millennial z generations living
on the island of Java. The data collected are prepared using version 29 SPSS
software. Studies indicate that variable perceptions of financial literacy and
risk perception have a negative influence on impulsive behavior. In variable
ease and intensity of the use of paylater found positive effects on impulsive
behavior. Results in the study underline that the importance of improving
financial literacy and risk awareness for paylater users to manage consumption
behavior, while also providing input for service providers to develop more
responsible policies.
Kata Kunci : Literasi Keuangan, Kemudahan, Intensitas Penggunaan, Risiko, Impulsive Buying, Paylater