Laporkan Masalah

Identity and Emotion in Intercultural Communication: A Conversation Analysis of Past Lives (2023)

Kasih Mauli Gloria Aritonang, Dr. Ardian Indro Yuwono, S.I.P., M.A.

2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana keheningan berfungsi sebagai alat komunikasi yang kuat dalam film Past Lives (2023), dengan menggunakan Conversation Analysis (CA) dan Face Negotiation Theory (FNT). Melalui analisis terhadap tujuh adegan utama, studi ini mengkaji bagaimana tokoh utama, Nora, melakukan navigasi identitas antarbudaya, ketegangan emosional, dan dinamika hubungan dalam konteks Asia dan Barat. Temuan menunjukkan bahwa keheningan atau kediaman berperan sebagai regulasi emosi, pelindung wajah (face-saving), dan negosiasi identitas—tergantung pada konteks budaya dan hubungan. Penelitian ini menyoroti keheningan bukan sebagai ketiadaan komunikasi, melainkan sebagai strategi yang disengaja dalam mengungkapkan keterikatan, kerentanan, dan kontrol emosi nonverbal.

This study explores how silence operates as a communication tool in Past Lives (2023) by using Conversation Analysis and Face Negotiation Theory as a Framework. By analysing 7 keyscenes, it investigates how the protagonist—Nora—navigates intercultural identity, emotions, and relational dynamics across Korean and Western contexts. The findings reveal that silence serves various functions such as emotional regulation, face saving, and identity negotiation—depending on the relational and cultural context. This thesis highlights silence not as communicative absence, but as a strategy, offering insight into how bicultural individuals express belonging, vulnerability, and restraint through nonverbal emotional nuance.

Kata Kunci : Silence, Intercultural Communication, Face Negotiation Theory, Conversation Analysis, Past Lives (2023)

  1. S1-2025-472860-abstract.pdf  
  2. S1-2025-472860-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-472860-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-472860-title.pdf