Tradisi Grebeg Maulud Ditinjau dari Teori Simbol Ernst Cassirer
Novi Nurlaili, Dr. Sartini, M.Hum ; Drs. Budisutrisna, M.Hum.
2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Tradisi Grebeg Maulud dilaksanakan tepat pada hari
kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu bentuk upaya penyebaran agama
Islam di wilayah Surakarta pada masanya. Penelitian ini mengkaji aspek simbolis
dalam tradisi Grebeg Maulud Surakarta. Adapun tujuan penelitian ini untuk
mengkaji bentuk simbol-simbol tradisi Grebeg Maulud, makna dan nilai simbol
pada unsur-unsur dan prosesi tradisi Grebeg Maulud, serta menganalisis makna
bentuk simbolik pada tradisi Grebeg Maulud Surakarta ditinjau dari teori simbol
Ernst Cassirer.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan
metode hermeuneutik-reflektif dengan model historis aktual yang berbasis studi
pustaka. Unsur-unsur metodis yang digunakan dalam analisis data yakni
interpretasi, koherensi intern, holistika dan deskripsi.
Hasil penelitian berupa pemahaman baru sebagai berikut : pertama, simbol-simbol pada tradisi Grebeg Maulud terdiri atas simbol mitos, bahasa, religi, seni dan ilmu pengetahuan. Kedua, setiap simbol yang terdapat pada unsur-unsur dan prosesi tradisi Grebeg Maulud memiliki makna dan nilai universal manusia sebagai jembatan terbentuknya kebudayaan, simbol mitos yang tercermin pada keyakinan apabila mendapatkan bagian dari gunungan dan ritual nyirih mengandung makna yang mendalam terkait nilai kesucian dan keberkahan. Simbol bahasa yang tercermin pada penggunaan bahasa krama selama prosesi berlangsung sebagai bentuk rasa hormat. Simbol religi yang tercermin pada hakikat gunungan mengandung nilai manunggaling kawula gusti. Simbol seni yang tercermin pada gunungan, gamelan serta pakaian adat membentuk harmoni dan mengandung nilai estetika. Terakhir, simbol ilmu pengetahuan direpresentasikan pada sistem penentuan waktu pelaksanaan prosesi sesuai dengan penanggalan Jawa serta nilai norma dan etika yang tersirat pada elemen-elemenya mengandung nilai pendidikan dan prinsip keteraturan. Ketiga, selaras dengan pandangan Cassirer menyatakan bahwa kebudayaan terwujud melalui form yang memiliki beberapa bentuk simbol yakni simbol mitos, bahasa, religi, seni dan ilmu pengetahuan. Hal ini selaras dengan simbol-simbol yang terdapat pada tradisi Grebeg Maulud Surakarta yang mencerminkan bentuk-bentuk simbolik melalui unsur-unsur dan prosesinya.
The Grebeg Maulud tradition is carried out right on
the birthday of the Prophet Muhammad SAW as one form of effort to spread Islam
in the Surakarta region at that time. This study examines the symbolic aspects
of the Grebeg Maulud Surakarta tradition. The purpose of this study is to
examine the form of symbols of the Grebeg Maulud tradition, the meaning and
value of symbols in the elements and processions of the Grebeg Maulud
tradition, and to analyze the meaning of symbolic forms in the Grebeg Maulud Surakarta
tradition in terms of Ernst Cassirer's symbol theory.
This research is a qualitative study with a
hermeneutic-reflective method with an actual historical model based on
literature studies. The methodological elements used in data analysis are
interpretation, internal coherence, holistic and description.
The results of the study are in the form of new
understandings as follows: first, the symbols in the Grebeg Maulud tradition
consist of symbols of myth, language, religion, art and science. Second, Each
symbol contained in the elements and processions of the Grebeg Maulud tradition
has a universal meaning and value for humans as a bridge to the formation of
culture, a mythical symbol reflected in the belief that if you get a part of
the gunungan and the nyirih ritual contains a deep meaning
related to the value of purity and blessing. The language symbol reflected in
the use of krama language during the procession as a form of respect.
The religious symbol reflected in the nature of the gunungan contains
the value of manunggaling kawula gusti. The art symbol reflected in the gunungan,
gamelan and traditional clothing forms harmony and contains aesthetic
value. Finally, the symbol of knowledge is represented in the system of
determining the time of the procession according to the Javanese calendar and
the values ??of norms and ethics implied in its elements contain educational
values ??and the principle of order. Third, in line with Cassirer's view,
culture is manifested through a form that has several forms of symbols, namely
symbols of myth, language, religion, art and science. This is in line with the
symbols found in the Grebeg Maulud Surakarta tradition which reflect symbolic
forms through its elements and processions.
Kata Kunci : Grebeg Maulud, simbol, gunungan, nilai, bentuk simbolik.