Representasi Perempuan Oman di Tengah Budaya Patriarki dalam Novel Sayyid?t al-Qamar karya J?khah al-??rit?? Kajian Ginokritik Elaine Showalter
Naili Izzah Ramadhani, Dr. Mahmudah, M.Hum.
2025 | Tesis | S2 Sastra/Kajian Timur Tengah
Penelitian ini mengungkap Representasi Perempuan Oman di Tengah Budaya Patriarki dalam Novel Sayyid?t al-Qamar Karya J?khah al-??rit?? Kajian Ginokritik Elaine Showalter dengan mengkolerasikan fenomena pada fakta budaya yang ada. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa berbagai informasi terkait representasi perempuan di tengah budaya patriarki di Oman dan bagaimana hal tersebut direpresentasikan dalam novel Sayyid?t al-Qamar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan tiga tahapan, yakni pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis. Data dikumpulkan dan dicatat menggunakan kartu data, kemudian dianalisis dengan mencermati realitas budaya masyarakat serta korelasinya dalam teks sastra. Selanjutnya, hasil analisis disajikan dalam bentuk narasi deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya patriarki yang mengakar di Oman telah membentuk berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia sastra. Perempuan kerap digambarkan secara subordinatif dalam karya-karya yang didominasi oleh penulis laki-laki. Dalam konteks ini, muncul gerakan para penulis perempuan Oman yang berupaya menyuarakan pengalaman dan identitas perempuan dari perspektif mereka sendiri. Salah satu tokoh penting dalam gerakan ini J?khah al-??rit??, yang melalui novelnya Sayyid?t al-Qamar, menghadirkan narasi representasi perempuan yang menantang struktur patriarkal. Penelitian ini mengungkap bagaimana J?khah al-??rit??, sebagai pengarang perempuan, membentuk citra perempuan dalam novelnya dan bagaimana narasi tersebut mencerminkan dinamika representasi di tengah budaya patriarki. Representasi perempuan dalam novel ini tercermin melalui keempat model dalam ginokritik, yaitu aspek biologi, bahasa, psikologi, dan budaya. Keempat aspek ini menjadi medium representasi yang memperlihatkan perjuangan dan ketahanan perempuan Oman dalam menghadapi tekanan budaya patriarkal. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap kajian sastra feminis, tetapi juga membuka ruang dialog tentang suara dan agensi perempuan dalam masyarakat Timur Tengah kontemporer.
This research reveals Representation of Omani Women in the Midst of Patriarchal Culture in the Novel Sayyid?t al-Qamar by J?khah al-??rit??, a Gynocritical Study of Elaine Showalter by correlating the phenomenon with existing cultural facts. The data used in this study are various information related to the representation of women in the midst of patriarchal culture in Oman and how it is represented in the novel Sayyid?t al-Qamar. This research uses a descriptive-qualitative method with three stages, namely data collection, data analysis, and presentation of analysis results. Data were collected and recorded using data cards, then analyzed by looking at the cultural reality of the community and its correlation in the literary text. Furthermore, the results of the analysis are presented in the form of descriptive narration.
The results show that the deep-rooted patriarchal culture in Oman has shaped various aspects of life, including in the world of literature, where women are often portrayed subordinately in works dominated by male writers. In this context, a movement of Omani women writers emerged who sought to voice women's experiences and identities from their own perspectives. One important figure in this movement is J?khah al-??rit??, who through her novel Sayyid?t al-Qamar, presents a narrative representation of women that challenges patriarchal structures. This study reveals how J?khah al-??rit??, as a female author, shapes the image of women in her novel and how the narrative reflects the dynamics of representation in the midst of patriarchal culture. The representation of women in this novel is reflected through the four models in gynocriticism, namely aspects of biology, language, psychology, and culture. These four aspects become the medium of representation that shows the struggle and resilience of Omani women in facing the pressure of patriarchal culture. Thus, this research not only contributes to feminist literary studies, but also opens a space for dialogue about women's voices and agency in contemporary Middle Eastern society.
Kata Kunci : Ginokritik, Novel Sayyid?t al-Qamar, Patriarki, Perempuan, Representasi.