Laporkan Masalah

PENGARUH TINGKAT LITERASI KEUANGAN DAN LITERASI PERPAJAKAN TERHADAP TOLERANSI GENERASI Z ATAS KENAIKAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) DENGAN KEPERCAYAAN PUBLIK DAN DURASI PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI VARIABEL MODERASI

Zidny Elmalia Sari, Arika Artiningsih, S.E., M.Acc., M.Com., M.Res., Ph.D.

2025 | Skripsi | AKUNTANSI

Penelitian ini dilakukan untuk memberikan bukti empiris tingkat literasi keuangan dan literasi perpajakan memiliki pengaruh terhadap toleransi generasi Z atas kenaikan tarif PPN. Selain itu, penelitian ini melibatkan dua variabel moderasi, kepercayaan publik dan durasi penggunaan internet. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner. Kuesioner disebarkan secara daring kepada 237 generasi Z melalui media sosial. Selanjutnya, data akan dianalisis dengan menggunakan metode Partial Least Square (PLS) dengan menggunakan software analisis data SMART-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan literasi perpajakan berpengaruh positif terhadap toleransi generasi Z atas kenaikan PPN. Selanjutnya dengan menambahkan variabel moderasi kepercayaan publik, didapatkan hasil bahwa literasi keuangan yang dimoderasi dengan kepercayaan publik tidak memiliki pengaruh terhadap toleransi generasi Z atas kenaikan PPN. Di sisi lain, literasi perpajakan yang dimoderasi dengan kepercayaan publik memiliki pengaruh negatif dengan toleransi generasi Z atas kenaikan PPN. Terakhir, literasi keuangan yang dimoderasi durasi penggunaan internet berpengaruh negatif terhadap toleransi generasi Z atas kenaikan PPN. Di sisi lain, literasi perpajakan yang dimoderasi dengan durasi penggunaan internet memiliki pengaruh positif terhadap toleransi generasi Z atas kenaikan PPN.

This study aims to provide empirical evidence on the influence of financial literacy and tax literacy on Generation Z's tolerance toward the increase in Value Added Tax (VAT) rates. In addition, this research involves two moderating variables, public trust and internet usage. This is a quantitative study using primary data collected through a questionnaire. The questionnaire was distributed online to 237 samples of Generation Z via social media. The data were analyzed using the Partial Least Squares (PLS) method with the SMART-PLS software. The results of the study indicate that both financial literacy and tax literacy have a positive influence on Generation Z's tolerance toward the increase in VAT rates. Furthermore, when the moderating variable of public trust is added, it is found that financial literacy moderated by public trust has no influence on Generation Z’s tolerance toward the increase in VAT rates. On the other hand, tax literacy moderated by public trust has a negative influence on Generation Z’s tolerance toward the increase in VAT rates. Lastly, financial literacy moderated by internet usage duration has a negative effect on Generation Z’s tolerance toward the increase in VAT rates, while tax literacy moderated by internet usage has a positive influence towards the increase VAT rates.

Kata Kunci : Literasi Keuangan, Literasi Perpajakan, Generasi Z, Pajak Pertambahan Nilai.

  1. S1-2025-480246-abstract.pdf  
  2. S1-2025-480246-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-480246-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-480246-title.pdf