Peran Sinematografer Dalam Film Dokumenter “Lelana”: Perjuangan Eksistensi Penghayat Kepercayaan Melalui Regenerasi Kelompok Palang Putih Nusantara
Fransiskus Asisi Anggito Enggarjati, Dr. Dian Arymami, S.I.P., M.Hum.; Luhki Herwanayogi, S.I.P.
2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Penghayat kepercayaan Kejawen Urip Sejati yang tergabung dalam paguyuban Palang Putih Nusantara (PPN) tengah berjuang mempertahankan eksistensi ajarannya di tengah diskriminasi dan stigma negatif di masa lalu yang menimbulkan trauma yang tak berkesudahan. PPN sebagai kelompok masyarakat minoritas berupaya melakukan regenerasi melalui pendidikan formal bagi pelajar penghayat Kejawen Urip Sejati. Penelitian ini mengangkat isu perjuangan eksistensi PPN dengan perspektif sinematografer dalam menyampaikan pesan melalui aspek visual film dokumenter pendek "Lelana". Sinematografer bertanggung jawab merancang tampilan visual sebagai representasi dari eksistensi dan regenerasi Kejawen Urip Sejati PPN. Aspek visual meliputi aspek kamera dan film, framing, dan pencahayaan. Penelitian ini menggunakan metode produksi film yang terdiri dari pra-produksi (penelitian dan penyusunan rancangan sinematografi), produksi (pengambilan gambar dan manajemen peralatan), serta pasca-produksi (pemilihan dan penyuntingan gambar). Hasil akhir penelitian ini berupa film dokumenter pendek yang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman publik mengenai penghayat kepercayaan serta upaya mereka mempertahankan eksistensi ajarannya.
The adherents of the Kejawen Urip Sejati faith who are members of the Palang Putih Nusantara (PPN) community are struggling to maintain the existence of their teachings amidst discrimination and negative stigma in the past that has caused unending trauma. PPN, as a minority community, is striving to regenerate through formal education for students of the Kejawen Urip Sejati faith. This research raises the issue of PPN's struggle for existence from a cinematographer's perspective in conveying the message through the visual aspects of the short documentary film "Lelana". The cinematographer is responsible for designing the visual appearance as a representation of the existence and regeneration of PPN's Kejawen Urip Sejati. The visual aspects include camera and film aspects, framing, and lighting. This research uses a film production method consisting of pre-production (research and cinematography design), production (shooting and equipment management), and post-production (image selection and editing). The final result of this research is a short documentary film that is expected to increase public understanding of faith adherents and their efforts to maintain the existence of their teachings.
Kata Kunci : penghayat kepercayaan; eksistensi; regenerasi; film dokumenter; sinematografer