Festival Pituturan Kendal: Upaya Pelestarian Warisan Budaya Dan Strategi Pemberdayaan Berbasis Komunitas Di Kabupaten Kendal
M. Yusril Mirza, Dr. Pande Made Kutanegara, M.Si.
2025 | Tesis | S2 Antropologi
Festival Pituturan
Kendal merupakan rangkaian kegiatan yang dikonsep dalam bentuk festival
kebudayaan daerah dengan mengelilingi tujuh kecamatan di Kabupaten Kendal.
Festival ini diinisiasi oleh tiga komunitas, yaitu Pelataran Sastra Kaliwungu,
Kendal Heritage, dan Kaum Loka Film. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan dengan
tujuan utama menjadikan festival sebagai upaya pelestarian warisan budaya di
Kabupaten Kendal melalui berbagai kegiatan yang ditampilkan. Pada setiap titik
kecamatan memiliki tema festival yang berbeda-beda dan mengusung tema berkaitan
dengan warisan budaya. Selain itu pelaksanaan festival di tujuh kecamatan
melibatkan berbagai mitra pendukung dari seluruh titik kegiatan. Sehingga
diharapkan dapat menjadi ajang strategi pemberdayaan berbasis komunitas,
khususnya dalam pengelolaan warisan budaya. Dalam pelaksanaanya, metode aksi yang
dilakukan dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai mitra pendukung, seperti individu pegiat seni budaya,
kelompok paguyuban seni, komunitas difabel, karang taruna, kelompok usaha kecil
dan menengah, serta sebagainya. Dalam pembagian tugas, terdapat panitia inti
yang diisi oleh tiga komunitas inisiator, bertanggung jawab dalam menjaga
konsep. Sedangkan mitra pendukung berperan sebagai panitia lokal yang ikut
menyiapkan kegiatan dan menjadi pengisi kegiatan. Pelibatan mitra pendukung tersebut,
dimulai dari pra-kegiatan, realisasi kegiatan, dan pasca kegiatan. Secara
keseluruhan, rangkaian Festival Pituturan Kendal dapat berhasil terlaksana
dengan lancar. Hal tersebut dapat dilihat dari semua kegiatan yang direncanakan
sejak pra kegiatan dapat dijalankan tanpa ada perubahan pada realisasi
kegiatan, termasuk tercapainya harapan pasca kegiatan. Berdasarkan keseluruhan
kegiatan yang dilakukan, festival dapat mencapai tujuan sebagai upaya
pelestarian warisan budaya dengan mengacu 5 aspek menurut World Intellectual
Property Organization, yaitu identifikasi, dokumentasi, transmisi,
revitalisasi, dan promosi. Kemudian dapat dilihat bahwa Festival Pituturan
Kendal dapat menjadi strategi pemberdayaan bagi seluruh mitra pendukung yang
terlibat di dalamnya. Hal tersebut dapat dilihat dengan tercapainya tiga arah
tujuan pemberdayaan yaitu enabling, empowering, dan protecting
selama pelibatan mitra pendukung, mulai dari perencanaan atau pra-kegiatan,
pelaksanaan festival, dan pasca kegiatan. Sebagai refleksi, Festival Pituturan
Kendal dapat dilihat sebagai komunitas ringan (wispy communities) yang
memiliki idiokultur, terdiri dari 5 elemen budaya, yaitu keberagaman,
koordinasi dan negosiasi, kepercayaan, kompromi, dan kolaborasi. Keseluruhan
elemen tersebut menjadi faktor kunci atas tercapainya tujuan festival yang
diharapkan dapat menjadi modal sosial untuk memunculkan potensi keberlanjutan.
The Festival
Pituturan Kendal is a series of activities conceptualized in the form of a
regional cultural festival by going around seven sub-districts in Kendal
Regency. This festival was initiated by three communities, namely Pelataran
Sastra Kaliwungu, Kendal Heritage, and Kaum Loka Film. This series of
activities was carried out with the main objective of making the festival an
effort to preserve cultural heritage in Kendal Regency through various
activities that were displayed. At each sub-district point, there was a
different festival theme and carried a theme related to cultural heritage. In
addition, the implementation of the festival in seven sub-districts involved
various supporting partners from all activity points. So that it is expected to
be a forum for community-based empowerment strategies, especially in the
management of cultural heritage. In its implementation, the action method
carried out with a collaborative approach involving various supporting
partners, such as individual art and culture activists, art association groups,
disabled communities, youth organizations, small and medium business groups,
and various other parties. Where there is a core committee filled by three
initiator communities, responsible for maintaining the concept. While the
supporting partners act as local committees who participate in preparing
activities and becoming activity fillers. The involvement of supporting
partners, starting from pre-activity, activity realization, and post-activity.
Overall, the series of Festival Pituturan Kendal can be successfully
implemented smoothly. This can be seen from all activities planned since
pre-activity can be carried out without any changes in the realization of
activities, including the achievement of post-activity expectations. Based on
all activities carried out, the festival can achieve its goals as an effort to
preserve cultural heritage by referring to 5 aspects according to the World
Intellectual Property Organization, namely identification, documentation,
transmission, revitalization, and promotion. Then it can be seen that the
Festival Pituturan Kendal can be an empowerment strategy for all supporting
partners involved in it. This can be seen by the achievement of three
directions of empowerment goals, namely enabling, empowering, and protecting
during the involvement of supporting partners, starting from planning or
pre-activity, festival implementation, and post-activity. As a reflection, the
Festival Pituturan Kendal can be seen as a wispy community that has an idioculture,
consisting of 5 cultural elements, namely diversity, coordination and
negotiation, trust, compromise, and collaboration. All of these elements are
key factors in achieving the festival's objectives, which are expected to
become social capital to create potential for sustainability.
Kata Kunci : Festival, pelestarian, pemberdayaan, kolaborasi, warisan budaya, idiokultur.