ANALISIS PERBANDINGAN METODE SURVEI TRADISIONAL DAN ANALISIS KONJOIN DALAM MEMAHAMI KEBUTUHAN MAHASISWA SAAT MEMILIH MATA KULIAH PILIHAN
ANDHIKA TIRTA, Prof. Ir. Budi Hartono, S.T., MPM. Ph.D., IPU., ASEAN Eng
2012 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIDalam memahami kebutuhan mahasiswa saat memilih mata kuliah pilihan di Program Studi Teknik Industri UGM, metode survei tradisional meminta responden secara langsung memberikan nilai terhadap masing-masing atribut mata kuliah pilihan. Penilaian dilakukan secara terpisah untuk masing-masing atribut. Hal ini berarti metode survei tradisional tidak memperhitungkan trade-off dari masing-masing atribut. Ketiadaan trade-off ini memberikan ruang kerawanan bagi validitas jawaban responden. Pertimbangan inilah yang menyebabkan munculnya analisis konjoin. Analisis konjoin memperhitungkan trade-off dari masing-masing atribut melalui kombinasi beberapa atribut. Namun belum dapat diketahui secara pasti apakah analisis konjoin lebih efektif daripada metode survei tradisional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode survei tradisional dan analisis konjoin dalam memahami kebutuhan mahasiswa saat memilih mata kuliah pilihan. Pada akhirnya akan dipilih metode yang lebih efektif dari metode yang lain dalam memahami kebutuhan mahasiswa. Model yang digunakan untuk membandingkan kedua metode ini adalah model konjoin analisis dan survey tradisional. Obyek penelitian yang digunakan untuk membangun model adalah mata kuliah pilihan di Program Studi Teknik Industri UGM bagi mahasiswa angkatan 2008. Atribut mata kuliah pilihan yang digunakan adalah atribut 1) Kesesuaian dengan topik tugas akhir, dengan level sesuai dan tidak sesuai, 2) Keterkaitan dengan bidang kerja, dengan level terkait dan tidak terkait, 3) Kesulitan dalam mendapatkan nilai yang baik, dengan level mudah dan sulit. Instrumen survei metode survei tradisional adalah kuesioner, sedangkan analisis konjoin menggunakan kartu konjoin full profile. Kartu konjoin terdiri dari 8 kombinasi atribut dan level. Indikator untuk menentukan model yang lebih efektif adalah mampu memprediksi tingkat kepentingan atribut dan level secara tepat. Metode analisis konjoin dengan pendekatan secara umum mampu memprediksi lebih efektif daripada metode yang lain. Metode ini mampu memprediksi tiga atribut yang berpengaruh terhadap obyek penelitian. Analisis konjoin juga mampu menunjukkan kombinasi atribut dan level yang paling disukai dan tidak disukai oleh konsumen, serta mampu menunjukkan interaksi antar faktor.
Kata Kunci : analisis konjoin, metode survei tradisional