Laporkan Masalah

Kritik Sosial terhadap Fenomena Konformitas dalam Masyarakat Jepang pada Cerpen Otona no Kuni —Natural Rights— Karya Shigusawa Keiichi: Analisis Sosiologi Sastra Ian Watt

Maria Bella Putri, Drs. Deddy Hernandy Oekon, M.Hum.

2025 | Skripsi | SASTRA JEPANG

Konformitas merupakan fenomena sosial di mana individu menyesuaikan perilaku dan pemikirannya dengan norma kelompok demi menghindari penolakan sosial. Di Jepang, nilai wa (?) (harmoni) yang dijunjung tinggi telah menciptakan tekanan sosial kuat bagi masyarakatnya untuk mengikuti standar kolektif hingga akhirnya ekspresi individual terpinggirkan. Cerpen karya Shigusawa Keiichi yang berjudul Otona no Kuni menggambarkan fenomena sosial tersebut melalui kisah seorang gadis bernama XXXXX-chan yang dipaksa menjalani tradisi pendewasaan yang ada di negaranya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tema dan fakta cerita cerpen, menjelaskan fenomena konformitas di Jepang, serta mengungkap bagaimana cerpen ini merepresentasikan dan mengritik fenomena tersebut. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun sumber data primernya berasal dari cerpen Otona no Kuni —Natural Rights— karya Shigusawa Keiichi. Kemudian data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan sumber daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini tidak hanya mencerminkan fenomena konformitas yang terjadi di masyarakat Jepang, tetapi juga berfungsi sebagai kritik simbolik terhadap hilangnya kebebasan individu akibat fenomena sosial tersebut.

Conformity is a social phenomenon where people try to avoid social rejection by adjusting their thoughts and behavior to fit in with the norms of the group. In Japan, people are under a lot of social pressure to conform to group norms. Individual expression itself is viewed as undesirable due to the cherished value of wa (?) (harmony). Shigusawa Keiichi’s short story Otona no Kuni —Natural Rights— depicts this social phenomenon through the experiences of a girl named XXXXX-chan, who is forced to adhere to her country's coming-of-age traditions. This study aims to determine the story's facts and themes, to describe the Japanese conformity phenomenon, and to show how the story both critiques and reflects the phenomenon. In this study, a descriptive qualitative approach was taken. Shigusawa Keiichi's short story Otona no Kuni —Natural Rights— serves as the primary source of information. Secondary data is then gathered from books, journals, and online sources. The findings of this study indicate that this short story serves as a symbolic critique of the loss of individual expression brought about by the social phenomenon of conformity in Japanese society, in addition to reflecting it.

Kata Kunci : Kritik sosial, konformitas, masyarakat Jepang, Otona no Kuni, Shigusawa Keiichi

  1. S1-2025-479009-abstract.pdf  
  2. S1-2025-479009-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-479009-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-479009-title.pdf