Laporkan Masalah

PRESENTING THE PAST: UPAYA GENERASI MUDA MEMPERTAHANKAN TREN ESTETIKA HASIL FOTOGRAFI ANALOG DI ERA SERBA SAT SET

Mochammad Tamamy Melano Shalusa, Prof. Dr. Irwan Abdullah

2025 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana hadirnya tren fotografi analog yang didukung oleh keberadaan komunitas Hunting Full Senyum mampu mengungkap permasalahan sosial yang dialami Gen Z di era digital. Dengan memilih lokasi di Yogyakarta serta waktu mulai dari 15 November hingga 15 Desember 2024, penelitian ini memilih lima anggota komunitas Hunting Full Senyum dengan beragam status sebagai bentuk pertimbangan untuk mendapatkan data yang lebih komprehensif. Teori Estetika dari David Hume & Bruce Allshop dipilih sebagai landasan utama menganalisis fenomena yang diteliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa eksistensi kamera analog juga berada pada puncak monotonnya kehidupan Gen Z akibat homogen serta cepatnya ritme kehidupan akibat akselerasi teknologi digital. Pembelajaran yang didapatkan dari kegiatan komunitas praktik Hunting Full Senyum mendorong Gen Z bernostalgia palsu untuk melampaui masa merasakan hidup ketika interaksi & partisipasi manusia masih berperan besar dalam menjalani kehidupan.

Berdasarkan analisis data, disimpulkan bahwa kamera analog digunakan untuk mendistingsikan diri dari gaya hidup modern & situasi monoton dengan mempertahankan gaya hidup melambat yang menekankan pada pengembangan kualitas diri. Pendistingsian tersebut terjadi setelah merasakan afeksi emosional dari interaksi Gen Z dengan estetika material fotografi analog. Penelitian ini juga mengungkap banyak ironis dari keberadaan fotografi analog di era digital.

This research aims to find out how the presence of analog photography trend supported by the existence of Hunting Full Senyum community is able to reveal social illness being experienced by Gen Z in the digital era. By choosing Yogyakarta as a location and a time span from November 15 to December 15, 2024 this study selected five members of the Hunting Full Senyum community with various statuses as a form of consideration to gain more comprehensive data. David Hume & Bruce Allshop’s Aesthetic Theory were chosen as the foundation for analyzing the phenomena. The method used in this research is qualitative ethnography with data collection techniques are participation observation, in-depth interviews, documentation, and literature studies. 

The results of the study show that the existence of analog camera is also at the peak of  the monotony of Gen Z’s life due to the homogeneity and fast-paced of life produced by digital technologies. The lessons learned from the activities of the community of practice, Hunting Full Senyum encourage Gen Z to experience false nostalgia to transcend era when human’s interaction & participation still played a big role in living life.

Based on data analysis, it is concluded that analog camera is used to distinguish themselves from modern lifestyle & monotonous situation by maintaining slow living style which emphasizes self-development. The distinction occurred after feeling the emotional affection from Gen Z’s interaction with the aesthetics of analog photography materials. This study also reveals many ironies of the existence of analog photography in the digital era. 

Kata Kunci : Estetika, Materialitas & Afeksi, Nostalgia Palsu, Hidup Melambat, Komunitas Praktik

  1. S1-2025-482688-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482688-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482688-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482688-title.pdf