Laporkan Masalah

Pembentukan Citra Geiko dan Maiko di Era Globalisasi: Kajian Konstruksi Sosial

Valentina Pramahita Iswari, Dr. Robi Wibowo, S.S., M.A.

2025 | Skripsi | SASTRA JEPANG

Minat masyarakat terhadap kebudayaan tradisional di era globalisasi mengalami penurunan yang signifikan. Sebagai salah satu profesi yang lekat dengan kebudayaan tradisional, penurunan minat terhadap geiko dan maiko menandakan berkurangnya minat masyarakat Jepang terhadap kebudayaan tradisional itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan pembentukan citra geiko dan maiko dalam masyarakat Jepang saat ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann serta konsep citra. Selanjutnya, data yang telah dikumpulkan berupa video, postingan di media sosial, komentar serta data pustaka berkaitan dengan geiko dan maiko dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. 

Data yang telah dikelompokkan ke dalam tiga konsep utama teori konstruksi sosial, yaitu eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi menunjukkan bahwa terdapat korelasi proses pembentukan citra. Proses eksternalisasi terjadi dalam dua cara, yaitu eksternalisasi fisik yang terwujud ketika bekerja dan berpenampilan dan eksternalisasi mental yang terwujud dalam pernyataan yang mengandung kesadaran sebagai geiko atau maiko. Selanjutnya, berdasarkan proses eksternalisasi yang terjadi, proses objektivasi yang ditemukan dalam masyarakat adalah objektivasi geiko dan maiko sebagai seniman, penerus dan penjaga kebudayaan tradisional. Proses internalisasi yang ditemukan dalam masyarakat berdasarkan proses objektivasi yang terjadi, yaitu geiko dan maiko adalah seniman, penerus dan penjaga kebudayaan tradisional. Berdasarkan konsep citra, pembentukan realitas menjadi tanda bahwa terbentuk juga citra. Oleh karena itu, pembentukan realitas ini menjadi tanda bahwa terbentuk juga citra geiko dan maiko sebagai seniman, penerus dan penjaga kebudayaan tradisional dalam masyarakat Jepang di era globalisasi. 

Public interest in traditional culture has declined significantly in the era of globalization. Geiko and maiko are professions that adhere to a 300-year-old culture. Therefore, the decreasing interest in geiko and maiko is also one of the signs that reflects the declining interest in traditional culture within Japanese society. This study aims to show how the image of geiko and maiko is formed in Japanese society in the era of globalization. The research employs Berger and Luckmann’s social construction theory and the concept of image as its theoretical framework. Data collected from videos, social media posts, comments, and library sources related to geiko and maiko are analyzed using a qualitative descriptive method.

The data, grouped according to the three main concepts of social construction theory—externalization, objectivation, and internalization—demonstrates a correlation with the image formation process. The externalization process occurs in two forms: physical externalization, manifested through work and appearance, and mental externalization, expressed in statements reflecting their identity as geiko or maiko. Building upon this externalization, the objectivation process reveals that society perceives geiko and maiko as artists, successors, and guardians of traditional culture. Subsequently, the internalization process reflects societal acceptance of this objectified perception, reinforcing the notion that geiko and maiko are indeed artists, successors, and preservers of tradition. Concerning the concept of image, the construction of reality signifies the concurrent formation of an image. Thus, this construction of reality indicates that the image of geiko and maiko as artists, successors, and guardians of traditional culture has been solidified within Japanese society in the era of globalization.

Kata Kunci : citra, geiko, maiko, globalisasi, konstruksi sosial

  1. S1-2025-473339-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473339-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473339-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473339-title.pdf