Laporkan Masalah

Wacana dan Kekuasaan dalam Konten Media Sosial mengenai Kebijakan Publik oleh Akademisi : Analisis Wacana Foucauldian Konten mengenai Kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) oleh Akademisi di Platform X

Hanung Abdul Muqiit Ramadhan Anwar, Nyarwi Ahmad, Ph.D.

2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi wacana serta menjelaskan mekanisme dan relasi kekuasaan di dalam konten media sosial akademisi mengenai kebijakan publik. Konten dan isu kebijakan yang diteliti adalah konten media sosial platform X yang membahas mengenai kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Penelitian ini menggunakan kerangka teori hubungan kekuasaan dan pengetahuan di dalam wacana (Foucault, 1981 & 2002), posisi akademisi terhadap kebijakan (Catungal, 2020), Akademisi sebagai intelektual publik (Barnett, 2003) serta mekanisme kuasa di media sosial (Sadasri, 2016). Dengan metode analisis wacana Foucauldian, penelitian ini menganalisis 16 konten media sosial X yang membahas kebijakan Tapera dari 5 akademisi lintas disiplin. Konstruksi wacana dalam konten memperlihatkan bahwa Akademisi menerjemahkan kebijakan Tapera sebagai kebijakan yang buruk. Diskursus yang diproduksi mengarah pada wacana kontra Kebijakan Tapera. Mekanisme kekuasaan yang dilakukan oleh akademisi di dalam konten adalah dengan manajemen informasi untuk mengkonstruksi sisi negatif kebijakan sebagai wacana yang dominan. Akademisi sebagai intelektual publik menunjukkan legitimasi kuasanya dengan mempragmatisasi ilmu pengetahuan, beroposisi dan mengkritik pemerintah, serta mengadvokasi kepentingan masyarakat. Wacana kontra Tapera yang juga melibatkan konstruksi heroisme akademisi dan antagonisasi pemerintah. Penelitian ini berkontribusi untuk mengevaluasi praktik produksi konten media sosial oleh akademisi. Dari refleksi hasil penelitian, akademisi didorong untuk menjaga legitimasinya serta terus mengintervensi percakapan publik mengenai kebijakan pemerintah. 

This study aims to investigate the discourse construction and elucidate the mechanisms and power relations within social media content created by academics regarding public policy. The policy content and issues examined are posts on Platform X discussing the People’s Housing Savings (Tapera) policy. Employing theoretical frameworks of power-knowledge relations in discourse (Foucault, 1981 & 2002), academic stances toward policy (Catungal, 2020), academics as public intellectuals (Barnett, 2003), and power mechanisms in social media (Sadasri, 2016), this research utilizes Foucauldian discourse analysis to examine 16 social media posts on Platform X about the Tapera policy from five interdisciplinary academics. The discourse construction in the content reveals that academics frame the Tapera policy as flawed. The produced discourse aligns with a counter-narrative against the policy. The power mechanisms employed by academics involve information management to construct the policy’s negative aspects as the dominant narrative. As public intellectuals, academics demonstrate their legitimacy by pragmatizing scientific knowledge, opposing and critiquing the government, and advocating for public interests. The counter-Tapera discourse also involves the construction of academic heroism and the antagonization of the government. This research contributes to evaluating the practices of social media content production by academics. Based on the reflection of the research findings, academics are encouraged to maintain their legitimacy and continue to intervene in public conversations regarding government policies.

Kata Kunci : Akademisi, Kebijakan Tapera, Konten Media Sosial X, Analisis Wacana Foucauldian.

  1. S1-2025-477468-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477468-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477468-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477468-title.pdf