Expressive Speech Acts and Multimodal Recontextualization of Mental Health Discourse in the U.S.: A Study of @gemmacorrell’s Instagram
Adwidya Susila Yoga, Dr. Ni Gusti Ayu Roselani, M.A.
2025 | Tesis | S2 Linguistik
Prevalensi ekspresi linguistik di media sosial terkait isu kesehatan mental menunjukkan adanya fenomena laten yang melingkupi masalah ini di masyarakat. Dalam lanskap digital, khususnya pada platform seperti Instagram, sejumlah besar konten secara visual mengkontekstualisasikan isu kesehatan mental melalui berbagai strategi linguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ekspresi linguistik dan interpretasi semiotik dari konten tersebut, dengan menggunakan kerangka tindak tutur ekspresif dan analisis kritis multimodal. Fokusnya terletak pada upaya menjelaskan pesan tersirat dari kreator konten dan rekontekstualisasi sosial narasi kesehatan mental di Amerika Serikat.
Data diambil dari konten instagram @gemmacorrell pada tahun 2024. Konten tersebut dikelola oleh Gemma, yang aktif menyuarakan isu kesehatan mental di AS. Proses pengumpulan data melibatkan pengambilan konten Instagram dan transkripsi materi tekstual yang menyertainya. Setelah tahap penyaringan, total 78 gambar terkait diidentifikasi, menghasilkan 185 contoh tekstual yang mengartikulasikan perspektif psikologis kreator. Pada tahap ini, parafrase digunakan untuk membantu menganalisis data tekstual. Ucapan-ucapan ini kemudian dianalisis melalui sudut pandang teori Searle tentang tindak tutur ekspresif, dengan fokus pada jenis tindak tutur, fungsi, dan strategi. Selain itu, klasifikasi strategi tindak tutur Parker digunakan untuk menilai strategi komunikatif yang digunakan oleh pembuat konten.
Analisis kritis multimoda, yang diinformasikan oleh metodologi Kress dan van Leeuwen, memfasilitasi interpretasi rekontekstualisasi sosial masalah kesehatan mental di AS, yang menghubungkannya dengan spektrum masalah masyarakat yang lebih luas, termasuk dinamika gender, toksisitas masyarakat, defisit motivasi, tantangan keseimbangan kerja-hidup, tekanan keuangan, dan masalah lingkungan.
Penelitian ini menghasilkan tiga temuan yang saling terkait: 1) Dari 12 jenis tindak tutur ekspresif yang diidentifikasi, 10 diartikulasikan dalam data, dengan strategi literal-langsung yang mendominasi. 2) Sebanyak 50 fungsi ilokusi yang berbeda diidentifikasi, yang mencerminkan keadaan emosional dan sikap kreator terhadap masalah kesehatan mental di AS. 3) Konten @gemmacorrell mencerminkan dukungan kemanusiaan: dukungan informasional, emosional, dan dukungan dari rekan sejawat dalam mendorong individu dengan tantangan kesehatan mental sementara analisis multimoda menunjukkan bagaimana wacana kesehatan mental di AS terjalin dengan berbagai masalah sosial—gender, keluarga, keuangan, dan lingkungan. Akhirnya, penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada linguistik tetapi juga memperkaya wacana tentang bagaimana media digital dapat menyuarakan isu kesehatan mental.
The prevalence of linguistic expressions on social media regarding mental health issues indicates a latent phenomenon surrounding these concerns in society. In the digital landscape, particularly on platforms like Instagram, a significant volume of content visually contextualizes mental health issues through various linguistic strategies. This research aims to explore the linguistic expressions and semiotic interpretations of such content, employing the frameworks of expressive speech acts and multimodal critical analysis. The focus lies in elucidating the implied messages of content creators and the social recontextualization of mental health narratives in the United States.
Data were taken from the contents of t @gemmacorrell’s instagram in 2024. It was maintained by Gemma, who voiced up mental health issues in the U.S. actively. The data collection process involved capturing Instagram content and transcribing the accompanying textual material. Following a filtration stage, a total of 78 pertinent images were identified, yielding 185 textual instances that articulated the creator's psychological perspectives. In this stage, paraphrasing was deployed to help analyze the textual data. These utterances were then analyzed through the lens of Searle's theory of expressive speech acts, focusing on the types of acts, functions, and strategies. Additionally, Parker's classification of speech act strategies was utilized to assess the communicative strategies employed by the content creator.
The multimodal critical analysis, informed by the methodologies of Kress and van Leeuwen, facilitated an interpretation of the social recontextualization of mental health issues in the U.S., linking them to a spectrum of broader societal problems, including gender dynamics, societal toxicity, motivational deficits, work-life balance challenges, financial strains, and environmental concerns.
The study yielded three interrelated findings: 1) Out of 12 identified types of expressive speech acts, 10 were articulated within the data, with the literal-direct strategy predominating. 2) A total of 50 distinct illocutionary functions were identified, reflecting the creator's emotional states and stances on U.S. mental health issues. 3) @gemmacorrell’s contents reflected humanity support: informational, emotional, and peer support in encouraging individuals with mental health challenges while multimodal analysis showcased how mental health discourse in the U.S. is interwoven with various social issues—gender, family, finance, and environment. Consequently, this research not only contributes to linguistics but also enriches the discourse on how digital media can address mental health issues.
Kata Kunci : expressive speech acts, multimodal critical analysis, Instagram, mental health discourse, humanity support