Peran Keterlibatan Ayah terhadap Intimasi Emosional pada Hubungan Romantis Dewasa Awal
Diftiara Radityani Zahra Astari, Aliyaturrahmah Supriyadi, S.Psi., MHS.
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Pada usia dewasa awal, individu memiliki kecenderungan untuk menjalin hubungan romantis. Salah satu komponen yang berperan penting dalam hubungan romantis adalah adanya intimasi emosional yang menjadi salah satu kriteria hubungan romantis yang sehat dan memuaskan. Intimasi emosional dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah dinamika keluarga yang dalam penelitian ini berfokus pada keterlibatan ayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keterlibatan ayah terhadap intimasi emosional pada individu dewasa awal yang menjalani hubungan romantis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional melalui survei dengan alat ukur Intimacy Scale of the Emotional Dimension (ISOTED) dan The Fatherhood Scale yang melibatkan 211 partisipan berusia 21—39 tahun yang sedang berpacaran dan menikah. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa keterlibatan ayah berperan signifikan dalam intimasi emosional pada hubungan romantis dewasa awal (R2 = 0,0227, p < 0>
During early adulthood, individuals tend to establish romantic relationships. Emotional intimacy plays a significant part in these relationships and becomes a criterion for healthy and fulfilling relationships. Emotional intimacy can be affected by several factors, one of which is family dynamics, which in this research focuses more on the father involvement. This research aims to determine the role of father involvement in the emotional intimacy of young adults in romantic relationships. Using a quantitative approach with a cross-sectional design and survey method, this study employed the Intimacy Scale of the Emotional Dimension (ISOTED) and the Fatherhood Scale, with data collected from 211 individuals aged 21–39 who were in dating or marital relationships. Simple linear regression analysis shows that father involvement significantly contributes to emotional intimacy of those in early adulthood romantic relationships (R2 = 0,0227, p < 0>
Kata Kunci : intimasi emosional, keterlibatan ayah, hubungan romantis, dewasa awal