Laporkan Masalah

Pelindungan Konsumen atas Iklan yang Menyesatkan (Misleading Advertising) dengan Klaim Antibakteri pada Produk Fashion Uniqlo di Korea Selatan dan di Indonesia

Margareth Alyssa, Sa'ida Rusdiana S.H., LL.M.

2025 | Skripsi | ILMU HUKUM

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan pelindungan konsumen atas praktik misleading advertising dengan klaim antibakteri pada produk fashion Uniqlo di Korea Selatan dan di Indonesia. Tidak hanya itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peluang Indonesia dalam menerapkan pelindungan konsumen atas misleading advertising dengan klaim antibakteri pada produk fashion Uniqlo sebagaimana telah sejak lama dilakukan di Korea Selatan.

 

Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif atau doktrinal yang menggunakan data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data sekunder tersebut diperoleh melalui metode studi kepustakaan Untuk melengkapi data sekunder yang sudah didapatkan, penulis melakukan wawancara kepada narasumber yang relevan, yakni Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN). Penelitian ini bersifat deskriptif, yakni hasil penelitian akan dipaparkan dalam bentuk narasi yang mampu menjawab permasalahan yang diangkat.

 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan mengenai pelindungan konsumen atas isu terkait di Korea Selatan dan di Indonesia, baik dari segi instrumen hukum, peran dan kewenangan badan dan/atau lembaga pelindungan konsumen, dan pemanfaatan standar pengujian fungsi antibakteri yang tersedia. Korea Selatan memiliki sistem pelindungan konsumen atas misleading advertising dengan klaim antibakteri pada produk fashion Uniqlo yang lebih memadai dibandingkan Indonesia. Dalam hal ini, Indonesia memiliki peluang yang baik untuk mampu menerapkan sistem pelindungan konsumen atas misleading advertising sebagaimana diterapkan di Korea Selatan karena Indonesia telah dilakukan berbagai upaya yang mengarah ke perbaikan pelindungan konsumen atas isu terkait.

This study aims to examine the comparison of consumer protection against misleading advertising practices with antibacterial claim on Uniqlo fashion product in South Korea and in Indonesia, as well as to determine Indonesia's opportunities in implementing a consumer protection system against misleading advertising practices with antibacterial claim on Uniqlo fashion product that has been  implemented in South Korea.

 

This study is a normative legal study that uses secondary data in the form of primary, secondary, and tertiary legal materials. The secondary data was obtained through a literature study method. To complete the secondary data that has been obtained, the author conducted an interview with Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN). This study is descriptive, in which the results of the study will be presented in the form of a narrative that is able to answer the research questions.

 

The results of this study indicate that there are significant differences regarding consumer protection on related issues between South Korea and Indonesia in terms of legal instruments, the role and authority of consumer protection agencies and/or institutions, and the use of antibacterial function testing standards. South Korea has a better consumer protection system against misleading advertising with antibacterial claim on Uniqlo fashion product than Indonesia. In this case, Indonesia has a good opportunity to be able to implement South Korea’s consumer protection system on misleading advertising because  Indonesia has been doing various efforts towards improving consumer protection on misleading advertising.

Kata Kunci : Pelindungan Konsumen, Misleading Advertising, Antibakteri, Klaim Antibakteri pada Produk Fashion/Consumer Protection, Misleading Advertising, Antibacterial, Antibacterial Claim on Fashion Products

  1. S1-2025-473447-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473447-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473447-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473447-title.pdf