EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM SERAT JALU LAN WANITA KARYA PARTASEWAYA: KAJIAN SUBALTERNITAS GAYATRI SPIVAK
Avi Regita Rahmawati, Dra. Wiwien Widyawati Rahayu, M.A.
2025 | Skripsi | SASTRA NUSANTARA
Serat “Jalu lan Wanita” karya Partasewaya (1930) digunakan sebagai objek
material dalam penelitian ini. Serat tersebut menceritakan sepasang suami istri yang
sedang berbincang-bincang pada malam hari sebelum tidur mengenai niat suaminya
untuk berpoligami atau menikah lagi. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan
tentang eksistensi perempuan dalam cerita tersebut.
Teori Feminisme Gayatri Spivak mengenai subalternitas digunakan sebagai
mata pisau dalam menguraikan eksistensi perempuan dalam cerita ini. Penelitian
ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Data dalam penelitian ini diambil
dari bagian teks cerita “Jalu lan Wanita” yang dianggap menunjukkan bentuk
subalternitas dan perlawanan terhadap subalternitas.
Hasil dari analisis terhadap eksistensi dalam Serat “Jalu lan Wanita”
menghasilkan temuan bahwa perempuan dalam cerita ini mengalami subalternitas.
Adapun bentuk-bentuk subalternitas yang ada, yaitu pengabaian suara perempuan,
perasaan tidak dianggap, kekhawatiran ekonomi keluarga, dan kekhawatiran
terhadap masa depan anak. Selain terdapat bentuk subalternitas, terdapat bentuk
perlawanan terhadap subalternitas yang dilakukan tokoh perempuan dalam cerita
ini. Bentuk perlawanan tersebut antara lain; pernyataan emosional, negosiasi dan
komunikasi, pemberdayaan melalui pendidikan, kesadaran akan ketidakadilan, dan
mengkorelasikan kondisi dengan fenomena yang ada.
Serat “Jalu lan Wanita” by Partasewaya (1930) is used as the material
object in this study. The Serat tells the story of a couple who are talking at night
before going to bed about their husband's intention to be polygamous or remarry.
This research aims to describe the existence of women in the story.
Gayatri Spivak's Feminism Theory on subalternity is used as a blade in
describing the existence of women in this story. This research uses descriptivequalitative method. The data in this research is taken from the text part of the story
“Jalu lan Wanita” which is considered to show a form of subalternity and resistance
to subalternity.
The results of the analysis of the existence in Serat “Jalu lan Wanita”
resulted in the finding that women in this story experience subalternity. The forms
of subalternity that exist, namely the neglect of women's voices, feelings of not
being considered, family economic worries, and concerns about the future of
children. In addition to the forms of subalternity, there are forms of resistance to
subalternity by the female characters in this story. These forms of resistance
include; emotional statements, negotiation and communication, empowerment
through education, awareness of injustice, and correlating conditions with existing
phenomena.
Kata Kunci : eksistensi, subalternitas, feminisme, Spivak