Analisis Resepsi Pemilih Pemula terhadap Penggunaan Kultur K-Pop dalam Akun @aniesbubble di Media Sosial X pada Pemilihan Presiden 2024
Dike Rani Feirisa, Dr. Wisnu Martha Adiputra, SIP. M.SI.
2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Indonesia adalah negara demokrasi di mana presiden dipilih melalui pemilihan umum (Pemilu) yang diadakan lima tahun sekali. Seiring berkembangnya teknologi, media sosial yang mulanya merupakan tempat berinteraksi dan berbagi informasi juga dijadikan sebagai tempat melakukan diskusi politik, termasuk pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Media sosial X (sebelumnya Twitter) merupakan salah satu media sosial yang sering dijadikan sebagai tempat berdiskusi politik, di mana banyak akun relawan pendukung calon presiden (capres) bermunculan, salah satunya adalah akun @aniesbubble yang mendukung capres Anies Baswedan. Pemilih pemula merupakan bagian dari generasi Z yang berkaitan erat dengan teknologi dan media sosial, yang kini menjadi target khalayak penting dalam kampanye politik. Akun @aniesbubble menarik perhatian pemilih pemula dengan mengadaptasi kultur K-pop ke dalam konten politiknya. Penelitian ini akan menganalisis resepsi pemilih pemula terhadap penggunaan kultur K-pop dalam akun @aniesbubble di media sosial X. Nantinya, informan akan dikelompokkan ke tiga posisi, yaitu dominant-hegemonic, negotiated, atau opposition. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerimaan pemilih pemula terhadap kultur K-pop yang digunakan dalam akun @aniesbubble di media sosial X pada Pilpres 2024. Penelitian ini akan dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi, serta menggunakan paradigma interpretif. Subjek dari penelitian ini adalah pemilih pemula, yang termasuk WNI berusia 17-21 tahun atau di bawah usia 17 tahun tetapi sudah menikah pada saat Pilpres 2024. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa khalayak memaknakan konten akun @aniesbubble yang menggunakan kultur K-Pop dapat meningkatkan citra positif Anies Baswedan dengan pendekatannya yang mudah dipahami oleh pemilih pemula. Namun, terdapat catatan bahwa pendekatan tersebut dianggap terlalu ringan dan dapat menciptakan bias.
Indonesia, a democratic nation, holds presidential elections every five years. Alongside technological advancements, social media, initially intended for interaction and information sharing, has evolved into a space for political discourse, particularly evident during the 2024 Presidential Election. X (formerly Twitter) stands out as a frequently utilized platform for political discussion, marked by the emergence of numerous volunteer accounts supporting presidential candidates, including @aniesbubble, which advocates for candidate Anies Baswedan. First-time voters, comprising Generation Z, are intrinsically linked to technology and social media, rendering them a crucial target audience in political campaigns. The @aniesbubble account has garnered the attention of these voters through the adaptation of K-pop culture into its political content. This study aims to analyze the reception of first-time voters towards the utilization of K-pop culture within the @aniesbubble account on the social media platform X. Informants will be classified into three positions: dominant-hegemonic, negotiated, or oppositional. The objective of this research is to determine how first-time voters perceive the integration of K-pop culture in the @aniesbubble account on social media X during the 2024 Presidential Election. Employing a qualitative approach, the study utilizes reception analysis methods and adopts an interpretive paradigm. The subjects comprise first-time voters, defined as Indonesian citizens aged 17–21 years or those under 17 years but married at the time of the 2024 Presidential Election. The findings reveal that the audience perceives the content of the @aniesbubble account, incorporating K-pop culture, as effectively enhancing the positive image of Anies Baswedan through an easily accessible approach for first-time voters. However, it is noted that this approach might be seen as oversimplified and potentially creating bias.
Kata Kunci : Pemilih pemula, @aniesbubble, Kultur K-pop, Analisis resepsi, Pilpres 2024