Gaya Pengungkapan Kritik Sosial dalam Kumpulan Cerpen Tak Ada Asu di Antara Kita Karya Joko Pinurbo
WERDI SURYANTI TRIAYUNING PUTRI, Dr. Novi Siti Kussuji, M. Hum.
2025 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya
pengungkapan kritik sosial dalam kumpulan cerpen Tak Ada Asu di Antara Kita karya Joko Pinurbo dengan pendekatan
stilistika. Analisis dalam penelitian ini difokuskan pada identifikasi gaya
bahasa yang digunakan oleh Joko
Pinurbo dan bagaimana gaya bahasa tersebut berperan untuk menyampaikan kritik sosial dalam
kumpulan cerpen tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah
deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data berupa baca, simak, dan catat. Hasil
penelitian Joko Pinurbo
memilih gaya bahasa
tertentu untuk setiap bidang kritik sosial berdasarkan konteks dan efek yang ingin dicapai. Gaya bahasa yang lebih keras seperti
sarkasme, ironi, dan sinisme digunakan untuk kritik politik karena isu-isu
politik seringkali melibatkan ketidakadilan yang mendalam dan memerlukan
sindiran tajam. Sementara itu, gaya bahasa yang lebih lembut seperti
personifikasi dan metafora
digunakan untuk kritik ekonomi,
lingkungan, dan pendidikan karena
isu-isu ini lebih membutuhkan empati dan kesadaran kolektif. Hiperbola dan
epizeuksis digunakan untuk menciptakan efek dramatis dalam kritik
moral dan keluarga, sementara metafora digunakan untuk mengkritik agama
dan teknologi karena isu-isu ini
memerlukan gambaran simbolis yang kuat. Dengan demikian, setiap gaya bahasa
memiliki peran penting
dalam memperkuat pesan kritik
sosial dan menggugah kesadaran pembaca. Melalui penelitian ini dapat diketahui bahwa gaya bahasa tidak hanya berfungsi
sebagai alat estetika dalam karya sastra, tetapi juga sebagai sarana efektif
untuk menyampaikan pesan-pesan sosial yang
mendalam dan menggugah kesadaran pembaca.
This
study aims to analyze the style of expressing social criticism in the short
story collection Tak Ada Asu di Antara
Kita by Joko Pinurbo using a stylistic approach. The analysis in this study
focuses on identifying the language style used by Joko Pinurbo and how the
language style plays a role in conveying social criticism in the short story
collection. The method used in this study is descriptive qualitative with data
analysis techniques in the form of reading, listening, and taking notes. The
results of Joko Pinurbo's research choose a certain language style for each
area of social criticism based on the context and the desired effect. Harsher
language styles such as sarcasm, irony, and cynicism are used for political
criticism because political issues often involve deep injustice and require
sharp satire. Meanwhile, softer language styles such as personification and
metaphor are used for economic, environmental, and educational criticism because
these issues require
more empathy and collective awareness. Hyperbole and epizeuxis are used to create dramatic
effects in moral
and family criticism, while metaphors are used to criticize religion and technology
because these issues require strong symbolic images. Thus, each style of
language has an important role in strengthening the message of social criticism
and arousing the reader's awareness. Through
this study, it can be seen that style of language
does not only function as an aesthetic
tool in literary works, but also
as an effective means to convey deep social messages and arouse the reader's
awareness.
Kata Kunci : kritik sosial, stilistika, cerpen, Gorys Keraf, Joko Pinurbo