SWOT Analysis Implementasi Rumah Sakit Syariah (Studi Kasus Di Rumah Sakit Umum Islam Banyubening)
Herlina Dwi Arjianti, Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD
2025 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN
Latar
belakang: Meningkatnya jumlah umat islam di Indonesia mendorong perkembangan
ekonomi syariah dan industri halal termasuk dengan RS Syariah. Rumah sakit
syariah adalah rumah sakit yang dalam pengelolaannya mendasarkan pada maqashid
syariah (tujuan diadakannya syariah) yaitu penjagaan agama, jiwa,
keturunan, akal, dan penjagaan harta (MUKISI and DSN MUI, 2019). RSU Islam
BanyuBening sebagai RS keagamaan yang mempunyai misi menyediakan pelayanan
kesehatan berkualitas, syar’i dan berkeadilan. Sebagai upaya pembeda dengan RS
lain, RSU Islam BanyuBening memilih standarisari rumah sakit syariah menjadi
opsi untuk pengembangan mengingat belum ada rumah sakit syariah di sekitarnya.
Maka diperlukan analisa SWOT sebagai upaya pengecekan terhadap kekuatan dan
kelemahan internal organisasi, peluang untuk tumbuh dan berkembang, serta
ancaman yang dihadirkan oleh lingkungan eksternal terhadap keputusan
implementasi standar RS Syariah di RSU Islam BanyuBening.
Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi kesiapan dan perubahan semua
komponen pada Rumah Sakit Umum Islam BanyuBening (RSUI BanyuBening) menjadi
Rumah Sakit Syariah yang tersertifikasi.
Metode:
Penelitian kualitatif Penelitian ini mengkaji kesiapan Rumah Sakit Umum Islam
BanyuBening dalam bertransformasi menjadi rumah sakit syariah tersertifikasi.
Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, kemudian
dianalisis dengan metode SWOT dan content analysis.
Hasil: Hasil
pengukuran evaluasi faktor internal dan eksternal dalam pengembangan
implementasi rumah sakit syariah di Rumah Sakit Umum Islam BanyuBening
diperolah posisi SWOT berada di koordinat (1,495; 0,279) pada kuadran 1 yaitu
strategi pertumbuhan agresif. Strategi pengembangannya menerapkan strategi S-O
yaitu dengan memanfaatkan kekuatan dan memaksimalkan peluang yang tersedia.
Bentuk strategi SO ini yaitu menambah jumlah dan jangkauan layanan sesuai
dengan kebutuhan masyarakat, meningkatkan upaya promosi secara lebih massif,
meningkatkan branding RS dan menjalin kerjasama penyediaan pelayanan dengan
organisasi yang memiliki kesamaan nilai.
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) BanyuBening memiliki kesiapan dalam mengimplementasikan standar Rumah Sakit Syariah dengan strategi pertumbuhan agresif berdasarkan analisis SWOT. Dengan memanfaatkan kekuatan internal dan peluang eksternal, RS perlu meningkatkan aspek kepatuhan syariah dalam layanan, SDM, serta sistem keuangan untuk mencapai sertifikasi resmi dan memperkuat daya saingnya dalam industri layanan kesehatan berbasis syariah.
Background: The
increasing Muslim population in Indonesia has driven the growth of the Sharia
economy and the halal industry, including Sharia Hospitals. A Sharia Hospital
is a healthcare facility that operates based on maqashid shariah (the
objectives of Islamic law), which include the preservation of religion, life,
lineage, intellect, and wealth. RSUI BanyuBening, as a faith-based hospital,
aims to provide high-quality, Sharia-compliant, and equitable healthcare
services. To differentiate itself from other hospitals, RSUI BanyuBening has chosen Sharia Hospital standardization as
a development strategy, given the absence of other Sharia Hospitals in the
area. A SWOT analysis is therefore required to assess the organization's internal
strengths and weaknesses, identify growth opportunities, and evaluate external
threats that may impact the decision to implement Sharia Hospital standards at
RSUI BanyuBening.
Objective: This
study aims to explore the readiness and changes in all components of RSUI
BanyuBening in its transformation into a
certified Sharia Hospital.
Methods: This
qualitative study examines the readiness of RSUI BanyuBening in transitioning into a certified Sharia
Hospital. Data were collected through interviews, observations, and document
analysis, then analyzed using SWOT analysis and content analysis methods.
Results: The
evaluation of internal and external factors in the development and
implementation of Sharia Hospital standards at RSUI BanyuBening positioned the hospital's SWOT coordinates at
(1.495; 0.279) in Quadrant 1, indicating an aggressive growth strategy. The
hospital adopts an S-O (Strengths-Opportunities) strategy by leveraging its
internal strengths and maximizing available opportunities. This strategy
includes expanding the range and scope of services according to community
needs, intensifying promotional efforts, enhancing hospital branding, and
establishing collaborations with organizations that share similar values.
Conclusion: This
study indicates that RSUI BanyuBening is
well-prepared to implement Sharia Hospital standards, employing an aggressive
growth strategy based on the SWOT analysis. By capitalizing on its internal
strengths and external opportunities, the hospital needs to enhance its
adherence to Sharia principles in service delivery, human resources, and
financial management to achieve official certification and strengthen its
competitiveness in the Sharia-based healthcare industry.
Kata Kunci : Rumah Sakit, Sertifikasi, RS syariah, SWOT analysis