Laporkan Masalah

Potensi Kerja Sama Antardaerah dalam Smart Tourism di Kawasan Sarbagita Bali

Harmaen, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, M.UP., Ph.D

2024 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Smart tourism tidak hanya penggunaan teknologi untuk melakukan efisiensi, meningkatkan pengalaman wisatawan, dan pengelolaan destinasi, tetapi meliputi aksesibilitas, sustainability, serta pelestarian warisan budaya dan kreativitas. Di Kawasan Sarbagita, Denpasar dan Badung memiliki PDRB sektor pariwisata lebih tinggi dibandingkan Gianyar dan Tabanan. Selain itu, Denpasar dan Badung juga telah memiliki masterplan smart city, sedangkan Gianyar dan Tabanan belum menerapkan. Pariwisata saat ini tidak lagi terfokus pada satu lokasi, melainkan mendorong tren pengembangan berbasis keterkaitan antar wilayah. 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kerja sama antardaerah dalam smart tourism di Kawasan Sarbagita dan faktor yang mempengaruhinya. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menyajikan data deskriptif untuk menjelaskan fenomena yang diamati. Temuannya potensi kerja sama pada level strategi dan kebijakan, belum ada keterkaitan langsung yang diinisiasi pemerintah, eskipun terdapat potensi kerja sama melalui strategi pengembangan dan promosi pariwisata. Pada pengembangan layanan, pihak swasta berperan dalam e-ticketing, QR, dan paket wisata. Pada promosi, terdapat upaya awal keterkaitan melalui pameran wisata dan website pariwisata regional. Pada aksesibilitas di Kawasan Sarbagita sudah terhubung, namun masih terbatas pada skala lokal Sarbagita. Dalam keberlanjutan, upaya menjamin pariwisata berkelanjutan sudah dilakukan, seperti kerja sama pengolahan sampah Sarbagita. Digitalisasi sudah berjalan, tetapi belum terkoneksi antar daerah di kawasan ini. Cultural heritage & creativity, belum ada inisiatif langsung dari pemerintah, namun terdapat upaya mempertahankan seni dan budaya melalui event, pertunjukan, serta inovasi seperti seni mural dan pertunjukan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi potensi kerja sama antardaerah dalam smart tourism, dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung, yaitu kebijakan integrasi regional, mekanisme tata kelola regional, dukungan swasta, dukungan masyarakat, publisitas pasar dan operasional. Kemudian faktor penghambat, yaitu keterbatasan lahan, koordinasi pemerintah dan sumber dana serta kepuasan wisatawan sebagai faktor netral. Selain itu, terdapat temuan faktor di luar kerangka, yaitu kesenjangan digitalisasi, faktor kondisi politik, dan kesamaan teknologi.

Pemerintah dapat mengoptimalkan faktor pendukung dan melakukan mitigasi faktor penghambat dalam menguatkan keterkaitan antar daerah dalam smart tourism. Selain itu, perlu mengembangkan branding, platform dan sekretariat pariwisata bersama secara regional, meningkatkan kolaborasi antar daerah dalam pariwisata, mengembangkan infrastruktur fisik dan digital yang terintegrasi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan pariwisata berkelanjutan.


Smart tourism is not only the use of technology to make efficiency, improve the tourist experience, and destination management, but includes accessibility, sustainability, and preservation of cultural heritage and creativity. In the Sarbagita Region, Denpasar and Badung have higher tourism sector GRDP than Gianyar and Tabanan. In addition, Denpasar and Badung also have smart city master plans, while Gianyar and Tabanan have not yet implemented them. Tourism today is no longer focused on one location, but rather encourages the trend of development based on inter-regional linkages. 

This study aims to analyze the potential for inter-regional cooperation in smart tourism in the Sarbagita Region and the factors that influence it. Using a qualitative approach, this research presents descriptive data to explain the observed phenomena. The findings are the potential for cooperation at the strategy and policy level, there is no direct linkage initiated by the government, although there is an indirect linkage through tourism development and promotion strategies. In service development, the private sector plays a role in e-ticketing, QR, and tour packages. In promotion, there are initial efforts to link through tourism exhibitions and regional tourism websites. On accessibility in the Sarbagita Region is connected, but still limited to a local scale of Sarbagita. In sustainability, efforts to ensure sustainable tourism have been made, such as the Sarbagita waste management cooperation. Digitalization is already underway, but not yet connected between regions in the region. Cultural heritage & creativity, there is no direct initiative from the government, but there are efforts to maintain art and culture through events, performances, and innovations such as murals and performance art.

Factors that influence the potential for inter-regional cooperation in smart tourism are grouped into two categories, namely supporting and inhibiting factors. Supporting factors include regional integration policies, regional governance mechanisms, private support, community support, market publicity and operations. Then the inhibiting factors, namely land limitations, government coordination and funding sources and tourist satisfaction as neutral factors. In addition, there are findings of factors outside the framework, namely the digitalization gap, political condition factors, and technological similarities.

The government can optimize supporting factors and mitigate inhibiting factors in strengthening inter-regional linkages in smart tourism. In addition, it is necessary to develop branding, platforms and joint tourism secretariats regionally, increase collaboration between regions in tourism, develop integrated physical and digital infrastructure, and increase public awareness of sustainable tourism development.


Kata Kunci : Keterkaitan smart tourism, Kawasan Sarbagita, Faktor Pendukung, Pariwisata Regional, Smart Regional Tourism

  1. S2-2024-508586-abstract.pdf  
  2. S2-2024-508586-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-508586-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-508586-title.pdf  
  5. S2-2025-508586-abstract.pdf  
  6. S2-2025-508586-bibliography.pdf  
  7. S2-2025-508586-tableofcontent.pdf