Laporkan Masalah

Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Niat Berbagi Pengetahuan Pegawai Generasi Z di Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Dharma Putra, Prof. Ir. Paulus Insap Santosa, M.Sc., Ph.D., IPU; Dr. Umi Listyaningsih, M.Si.

2024 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan

Generasi Z dikenal sebagai digital natives yang memiliki kemampuan tinggi dalam memanfaatkan teknologi sejak usia dini.  Dalam konteks berbagi pengetahuan, keunggulan ini menjadi potensi besar bagi Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) untuk mendukung tugas dan fungsinya terutama di era yang menuntut inovasi dan adaptasi berkelanjutan.  Namun, DJPb menghadapi tantangan dalam mendorong berbagi pengetahuan di antara pegawai generasi Z, terutama karena adanya ketegangan antara keinginan untuk berbagi pengetahuan dan tekanan kompetisi individu.  Hal ini tercermin dalam hasil survei penilaian kesehatan organisasi Kementerian Keuangan RI (MOFIN) 2023, yang menunjukkan skor tinggi pada indikator berbagi pengetahuan, tetapi juga skor tinggi pada indikator kompetisi internal.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji faktor-faktor yang mempengaruhi niat berbagi pengetahuan pegawai generasi Z di DJPb.  Metode analisis data yang digunakan adalah analisis multivariat Partial Least Square- Structural Equation Modeling (PLS-SEM), menggunakan aplikasi Smart PLS 3.2.9 untuk menguji kesesuaian model dan mengidentifikasi pengaruh variabel-variabel penelitian.

Hasil penelitian ini mendukung teori pertukaran sosial (social exchange theory) dan teori kognitif sosial (social cognitive theory).  Temuan penelitian dapat menjadi masukan strategis bagi DJPb dan organisasi sektor publik lainnya dalam merancang kebijakan yang mendukung budaya berbagi pengetahuan.  Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kinerja organisasi melalui penguatan budaya berbagi pengetahuan, khususnya di kalangan Generasi Z.

Generation Z is recognized as digital natives with a high ability to utilize technology from an early age. In the context of knowledge sharing, this strength represents a significant potential for the Directorate General of Treasury (DJPb) to support its tasks and functions, especially in an era that demands continuous innovation and adaptation. However, DJPb faces challenges in promoting knowledge sharing among Generation Z employees, primarily due to the tension between the desire to share knowledge and the pressure of individual competition. This is reflected in the results of the Organizational Health Assessment Survey by the Ministry of Finance of Indonesia (MOFIN) 2023, which revealed high scores on the knowledge-sharing indicator as well as the internal competition indicator.

This study aims to analyze and examine the factors influencing the knowledge-sharing intention of Generation Z employees in DJPb. The data analysis method employed is multivariate analysis using Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM), with Smart PLS 3.2.9 as the analytical tool to test the model’s fit and determine the influence of each variable. 

The results of this study support the social exchange theory and social cognitive theory. The findings can serve as strategic input for DJPb and other public sector organizations in designing policies that foster a knowledge-sharing culture. Thus, this research is expected to contribute to improving organizational performance by strengthening the knowledge-sharing culture, particularly among Generation Z employees.

Kata Kunci : generasi Z, berbagi pengetahuan, sektor publik, teori pertukaran sosial, teori kognitif sosial

  1. S2-2024-512245-abstract.pdf  
  2. S2-2024-512245-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-512245-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-512245-title.pdf