Peran Indeks Prognostik Paliatif sebagai Prediktor Kematian dalam 6 Minggu Pasien yang Dirawat di Unit Perawatan Intensif Medik RSUP Dr. Sardjito
RIFAN NUGRAHA, dr. Noor Asyiqah Sofia, M.Sc., Sp.PD, KPsi; dr. Ika Trisnawati, M.Sc., Sp.PD, KP
2024 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Penyakit Dalam
Latar Belakang
Integrasi perawatan paliatif sedini mungkin di ruang perawatan intensif dapat membantu pengambilan keputusan medis pada pasien dengan kondisi kritis. Indeks prognostik paliatif (IPP) merupakan alat prognostikasi kematian pada pasien kanker. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran IPP dalam memprediksi kematian dalam 6 minggu pada pasien di unit intensif medik.
Metode Penelitian
Penelitian dilakukan dengan metode observasional kohort prospektif. Sampel penelitian adalah pasien yang dirawat di ruangan intensif medik RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Titik batas nilai IPP ideal ditentukan dari analisis kurva Receiver Operating Characteristic (ROC) dan dibandingkan dengan titik batas yang tervalidasi sebelumnya. Kematian dalam 6 minggu dianalisis dengan grafik Kaplan-Meier. Uji hipotesis dilakukan dengan uji univariat Cox regression dan multivariat.
Hasil Penelitian
Total sampel 108 pasien dengan 70 (64,8%) pasien meninggal dan 38 (35,2%) pasien hidup hingga follow-up 6 minggu. Pasien dengan kanker mengalami mortalitas (51,4%) lebih banyak dibandingan yang hidup (31,6%) dengan perbedaan bermakna (p=0,047). Analisis ROC menunjukkan IPP signifikan dalam memprediksi mortalitas (p=0,001) dengan titik batas nilai ideal IPP >8 (p=0,002, HR 2,84, 95%CI 1,49-5,44) dan titik batas IPP >6 (p=0,007, HR 4,97, 95%CI 1,56-15,85).
Kesimpulan
Nilai IPP > 4 meningkatkan risiko kematian pasien unit perawatan intensif medik dalam 6 minggu.
Background
Early integration of palliative care in medical intensive unit could benefit in decision-making for critically ill patients. Palliative prognostic index (PPI) is a prognostication tool used for terminal cancer. In this study, we tested whether PPI could be applicable in predicting 6-week mortality in medical intensive unit patients.
Methods
An observational prospective cohort study was conducted involving 108 patients in medical intensive unit and high care Dr. Sardjito General Hospital Yogyakarta. Ideal cut-off point was analyzed using Receiver Operating Characteristic (ROC) curve compared to validated cut-off points from previous study. Mortality within 6 weeks were presented in Kaplan-Meier plot. Hypothesis study was conducted using Cox regression univariate and multivariate analysis.
Results
Within 6 weeks follow-up, 70 patients (64,8%) died and 38 patients (35,2%) survived. Patients with cancer (51,4%) had significant mortality (p=0,047) compared to non-cancer (31,6%). Analysis using ROC showed PPI predicted mortality with significant correlation (p=0,001) with ideal cut-off point PPI >8 (p=0,002, HR 2,84, 95%CI 1,49-5,44) and PPI >6 (p=0,007, HR 4,97, 95%CI 1,56-15,85).
Conclusion
Palliative prognostic index >4 could be used in predicting mortality within 6 weeks in medical intensive unit and high care patients.
Kata Kunci : indeks prognostik paliatif (IPP), prediktor kematian, unit intensif medik