Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan Persepsian terhadap Retensi Karyawan dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi pada Karyawan Generasi Z
SHOUFIUDIN AHMAD, Rr Tur Nastiti, M.Si., Ph.D.
2024 | Skripsi | MANAJEMEN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan pengembangan persepsian terhadap retensi karyawan generasi Z di Indonesia, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Mengingat perubahan demografi angkatan kerja yang didominasi generasi Z serta temuan bahwa generasi ini cenderung sering berpindah pekerjaan, perusahaan perlu mengadopsi strategi yang efektif untuk mempertahankan mereka. Pemberian program pelatihan dan pengembangan yang baik dinilai tepat karena generasi Z terbilang baru dalam dunia kerja dengan motivasi tinggi untuk mengembangkan keterampilannya. Hal ini sekaligus menciptakan kepuasan dari mereka terhadap perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 246 responden dari berbagai sektor industri. Data diuji menggunakan aplikasi SmartPLS 3.0 untuk mengetahui pengaruh secara langsung maupun tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan persepsian berpengaruh positif secara signifikan terhadap retensi karyawan dan pengaruh tersebut dimediasi secara parsial oleh kepuasan kerja. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan dalam merancang program pelatihan dan pengembangan yang dapat meningkatkan kepuasan kerja dan retensi karyawan, khususnya bagi generasi Z.
This study aims to analyze the influence of perceived training and development on employee retention of generation Z in Indonesia, with job satisfaction as a mediating variable. Considering the demographic shift in the workforce dominated by generation Z and the findings that this generation tends to change jobs frequently, companies need to adopt effective strategies to retain them. Providing well-designed training and development programs is considered appropriate as generation Z is relatively new to the workforce and highly motivated to develop their skills. This also fosters their satisfaction with the company. The study uses a quantitative approach with a survey method involving 246 respondents from various industry sectors. Data were tested using the SmartPLS 3.0 application to determine both direct and indirect effects. The results show that perceived training and development have a significant positive effect on employee retention, and this effect is partially mediated by job satisfaction. These findings offer practical implications for companies in designing training and development programs that can enhance job satisfaction and employee retention, particularly for generation Z.
Kata Kunci : pelatihan dan pengembangan persepsian, kepuasan kerja, retensi karyawan, generasi Z