Hubungan Preferensi Makanan dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Mahasiswa FK-KMK UGM
TITA DEWANTI ARAMITA, Ika Ratna Palupi, S. Gz, M. Sc ; Retno Pangastuti, DCN, M.Kes
2024 | Skripsi | GIZI KESEHATAN
Latar Belakang: Mahasiswa merupakan individu usia produktif yang membutuhkan asupan
gizi dan aktivitas fisik yang cukup untuk dapat melakukan aktivitas
sehari-hari. Meskipun banyak penelitian terkait perilaku makan, tetapi belum
terdapat penelitian secara spesifik yang menghubungkan preferensi makanan dan
aktivitas fisik dengan status gizi pada mahasiswa FK-KMK UGM.
Tujuan: Secara umum penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan preferensi makanan dan aktivitas fisik dengan status
gizi pada mahasiswa FK-KMK UGM.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian
observasional dengan metode cross
sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa program sarjana FK-KMK
UGM yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, yaitu sebanyak 76 orang.
Preferensi makanan diukur menggunakan kuesioner preferensi makanan manis dan
berlemak, aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner GPAQ, dan status gizi
subjek diukur melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan yang dinilai
dalam kategori IMT. Analisis statistik dalam penelitian ini menggunakan speaman correlation.
Hasil: Subjek yang menyukai makanan manis sebanyak 41 orang (54%) dan subjek yang menyukai makanan berlemak sebanyak 39 orang (49%). Sebagian besar subjek memiliki aktivitas fisik rendah (58%) dengan rata-rata skor secara keseluruhan 952±1562 MET menit/minggu. Sebagian besar subjek memiliki status gizi normal (59%). Berdasarkan hasil analisis korelasi, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara preferensi makanan dengan status gizi (p 0,442>0,05 dan p 0,849 > 0,05) serta tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi (p 0,341>0,05). Namun, terdapat korelasi yang signifikan antara uang saku dan status gizi (p 0,042 < 0>
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan
antara preferensi makanan dan aktivitas fisik dengan status gizi mahasiswa FK-KMK
UGM.
Background:
Students are
individuals of productive age who need adequate nutritional intake and physical
activity to be able to carry out daily activities. Althought there are many
studies related to eating behavior, there has been no specifis research linking
food preferences and physical activity with nutritional status in FK-KMK UGM
students.
Objective:
This study generally
aims to determine the relationship between food preferences and physical
activity with nutritional status in FK-KMK UGM.
Method:
This study was an
observational study with a cross-sectional design. The subjects in this study
were undergraduate students of FK-KMK UGM who met the inclusion and exclusion
criteria, which were 76 people. Food preferences were measured using a sweet
and fatty food preference questionnaire, physical activity was measured using
the GPAG questionnaire, and the nutritional status of the subjects was measured
through measurements of body weight and height assessed in the BMI category.
The analysis used in this study was spearman correlation.
Results:
Subjects who liked
sweet foods were 41 people (54%) and subjects who liked fatty foods were 39
people (49%). Most subjects had low physical activity (58%) with an overall
average score of 952±1562 MET minutes/week. Most subjects had normal
nutritional status (59%). Based on the results of correlation analysis, there
was no significant relationship between food preferences and nutritional status
(p 0.442>0.05 and p 0.849>0.05) and there was no relationship between
physical activity and nutritional status (p 0.341>0.05). However, there was
a significant correlation between pocket money and nutritional status.
Conclusion:
There is no significant
relationship between food preferences and physical activity with the
nutritional status of FK-KMK UGM students.
Kata Kunci : Preferensi Makanan; Aktivitas Fisik; Status Gizi; Mahasiswa Kesehatan