Laporkan Masalah

Aktivitas Kehumasan dalam Meningkatkan Kesadaran Publik (Studi Kasus Praktik Fungsi-Fungsi Kehumasan Museum Sangiran)

MUHAMMAD IQBAL KHAIRULWALID, Dr. Muhamad Sulhan, S.IP., M.Si.

2024 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Sangiran merupakan sebuah situs dengan berbagai kekayaan di dalamnya. Kekayaan itulah yang membuatnya diakui melalui UNESCO sebagai warisan budaya dunia karena 50% temuan fosil purbakala di dunia ada di situs ini serta di konservasi dengan baik di Museum Sangiran. Namun, potensi yang dimiliki kurang mampu dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Tempat yang seharusnya mampu dikenal oleh masyarakat luas nampaknya belum terimplementasikan dengan baik. Oleh sebab itu peran hubungan masyarakat (Humas) sangat diperlukan untuk menjawab tantangan yang sedang dihadapi yaitu meningkatkan kesadaran publik terhadap Museum Sangiran yang ada di situs ini. Penelitian ini menggunakan dasar analisis lima fungsi Humas oleh Broom dan Sha dalam buku Cutlip and Center’s Effective Public Relations serta penggunaan media yang dielaborasikan dengan teori kesadaran publik. Pendekatan yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kualitatif karena mementingkan makna serta tidak ditentukan oleh kuantitasnya. Pendekatan kualitatif yang dilakukan berlandaskan studi kasus, dipilih karena mampu melihat kasus secara mendalam serta memungkinkan terciptanya teori baru dan membentuk ulang teori-teori yang sudah ada. Teknik pengumpulan data dilakukan secara primer berupa wawancara dan observasi, serta sekunder berupa dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model analisis interaktif (Interactive Models of Analysis) oleh Miles dan Huberman. Di dalamnya terdapat tiga komponen yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan implementasi praktik fungsi-fungsi kehumasan Museum Sangiran. Dari kelima fungsi yang menjadi bahan analisis, terdapat satu fungsi yang tidak terpenuhi yaitu fungsi memengaruhi dan mengubah kebijakan publik. Penggunaan jenis media juga hampir seluruhnya terpenuhi, kecuali one-on-one media. Praktik kehumasan melalui fungsinya sudah semestinya dilakukan dengan lebih baik agar dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap Museum Sangiran.

Sangiran is an area in Central Java, Indonesia that owns various rich sites in it. Given that 50% of the world's ancient fossil discoveries are located here and are properly kept at the Sangiran Museum, Sangiran's cultural value has been acknowledged by UNESCO as a component of the global cultural heritage. possible to fully realize the potential. It appears that a location with great potential for public recognition has not been employing the best approach. Therefore, public relations' involvement is crucial to overcoming the obstacles in this case, raising public knowledge of the Sangiran Museum on this site. This research uses the basic analysis of the five functions of Public Relations by Cutlip and Center in the book Effective Public Relations as well as the use of media which is elaborated on the theory of public awareness. The researcher took a qualitative approach, emphasizing meaning rather than numbers in their investigation. The choice of the qualitative technique based on case studies was made due to its capacity for in depth case analysis as well as its capacity to generate new theories and modify pre existing ones. Data collection techniques were carried out primarily in the form of interviews and observations, and secondary in the form of documentation. The analysis technique used in this research is an interactive analysis model (Interactive Models of Analysis) by Miles and Huberman. It contains three components, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings from this research show the practical implementation of public relations functions at the Sangiran Museum, Central Java. Of the five functions that are the subject of analysis, there is one function that is not fulfilled by Sangiran, which is the function of influencing and changing public policy. Almost all types of media are used, except one-on-one media. Public relations practices through their functions should be carried out better in order to increase public awareness of the Sangiran Museum, Central Java.

Kata Kunci : Humas, Kesadaran Publik, dan Museum Sangiran

  1. S1-2024-455820-abstract.pdf  
  2. S1-2024-455820-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-455820-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-455820-title.pdf