Laporkan Masalah

Dramaturgi Ekofeminisme Bali Dalam Arja Siki "Kampanye Calon Gubernur Air" Karya Cok Sawitri

Arinta Agustina, Prof. Dr. Wening Udasmoro, M.Hum., DEA/ Dr. Wiwik Sushartami, M.A

2024 | Disertasi | S3 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa


Arja Siki Kampanye Calon Gubernur Air adalah sebuah seni pertunjukan hasil hibridasi dari teater rakyat Bali dengan dramaturgi dari Barat, yang digagas oleh Cokorda Sawitri. Pertunjukan ini membahas tentang permasalahan air di Bali.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan formulasi dan konvensi dari pertunjukan Arja Siki Kampanye Calon Gubernur Air serta  memahami pertunjukan tersebut dengan perspektif ekofeminisme spiritual Starhawk. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnnografi, maka pengumpulan data diperoleh dari pengamatan langsung, kajian literatur, wawancara secara mendalam, dan dokumentasi video serta foto. Analisis dilakukan dengan menggunakan dramaturgi dari Marry Luckhurst, tentang teorisasi dari struktur dramatik, logika internal dalam pementasan, serta unsur-unsur eksternal yang berkaitan dengan konsep artistik dan dialektika sosiologis pementasan. Dapat disimpulkan bahwa seni pertunjukan Arja Siki menjadi media bagi Cokorda Sawitri untuk menyampaikan kritik terhadap krisis air di Bali, sejalan dengan konsep ekofeminisme spiritual dari Starhawk; mengingat pentingnya peran air bagi kehidupan masyarakat Bali dalam berbagai aktivitas, baik untuk kegiatan sehari-hari, maupun dalam ritual adat, dan keagamaan. Cokorda Sawitri mengekspresikan hubungan antara air dan perempuan dalam tradisi Hindu di Bali dengan sosok Bhatari Danu, yang dimanifestasikan melalui simbol Naga Mas, sosok yang diyakini menguasai dan menjaga sumber air di danau Batur, yang menjadi sumber bagi kehidupan masyarakat Bali.

Arja Siki Water Governor Candidate Campaign is a performance art that is the result of a hybridization of Balinese folk theater with Western dramaturgy, which was initiated by Cokorda Sawitri. This show talks about water problems in Bali. This research aims to find the formulation and conventions of the Arja Siki Water Governor Candidate Campaign performance and understand the performance from the perspective of Starhawk's spiritual ecofeminism. Using qualitative methods with an ethnographic approach, data collection was obtained from direct observation, literature review, in-depth interviews, and video and photo documentation. The analysis was carried out using dramaturgy from Marry Luckhurst, regarding the theorization of dramatic structure, internal logic in the performance, as well as external elements related to the artistic concept and sociological dialectics of the performance. It can be concluded that Arja Siki's performing arts are a medium for Cokorda Sawitri to convey criticism of the water crisis in Bali, in line with Starhawk's concept of spiritual ecofeminism; considering the important role of water in the lives of the Balinese people in various activities, both for daily activities, as well as in traditional and religious rituals. Cokorda Sawitri expresses the relationship between water and women in the Balinese Hindu tradition with the figure of Bhatari Danu, which is manifested through the symbol of Naga Mas, a figure who is believed to control and protect the water source in Lake Batur, which is the source of life for the Balinese people.

Kata Kunci : Dramaturgi, Ekofeminisme, Seni Pertunjukan, Arja Siki, Bali

  1. S3-2024-420507-abstract.pdf  
  2. S3-2024-420507-bibliography.pdf  
  3. S3-2024-420507-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2024-420507-title.pdf