Konstruksi Pemberitaan Pencapaian Target Pajak (Analisis Framing Pemberitaan Pencapaian Target Pajak pada Media Online Detik.com dan Kompas.com Periode 2021-2022)
Mohammad Idris, Dr. Wisnu Martha Adiputra, S.I.P., M.Si.
2024 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi framing media online tentang isu pencapaian target pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada 2021 dan 2022 setelah dua belas tahun tidak tercapai. Peneliti menggunakan konsep framing Entman (1993) yaitu selection dan salience serta perangkat framing dari Pan & Kosicki (1993) untuk mengidentifikasi elemen teks wacana berita terkait isu pencapaian target pajak. Analisis dilakukan untuk mengetahui strategi framing, frame building berdasarkan pendapat Scheufele (1999), jenis frame menurut Semetko & Valkenburg (2000), dan menurut Iyengar (1990). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi framing yang digunakan detik.com dan Kompas.com berbeda. Strategi framing yang digunakan detik.com yaitu pemilihan tema yang bervariasi dengan permainan gaya bahasa yang dominan. Sementara strategi framing Kompas.com hanya menggunakan satu tema dengan gaya bahasa yang lugas dan baku. Kedua media menggunakan sumber tertulis sebagai kutipan berita. Namun, detik.com menambahkan dengan kutipan yang bersumber dari media sosial. Frame building berita dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersumber dari rutinitas organisasi dan jurnalis. Selain itu, terdapat faktor lain yang memengaruhi frame building berita yaitu bentuk media online, salah satunya ditunjukkan dengan penggunaan clickbait pada berita detik.com. Jenis frame yang teridentifikasi dari berita detik.com adalah human interest frame dan responsibility frame dikombinasikan dengan frame episodik. Sedangkan, jenis frame pada Kompas.com adalah economic consequences frame dengan kombinasi frame tematik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat variasi framing terhadap isu yang sama pada media yang berbeda. Media memiliki pengaruh dalam membentuk frame berita yang disampaikan pada masyarakat.
This study aims to identify the framing strategies used by online media concerning the issue of tax target achievements by the Directorate General of Taxes (DGT) in 2021 and 2022, following twelve years of unmet targets. The researcher employs Entman's (1993) concept of framing, which includes selection and salience, and the framing devices from Pan & Kosicki (1993) to identify textual elements in news discourse related to the tax target achievement issue. The analysis was conducted to understand the framing strategies, frame building based on Scheufele's (1999) perspectives, types of frames according to Semetko & Valkenburg (2000), and Iyengar (1990). The study's results indicate that the framing strategies employed by detik.com and Kompas.com differ. Detik.com's framing strategy involves selecting various themes with a dominant use of stylistic language, whereas Kompas.com uses a single theme with straightforward and formal language. Both media use written sources as news quotes; however, detik.com also incorporates quotes sourced from social media. The frame building of news is influenced by factors originating from organizational and journalistic routines. Additionally, other factors influencing news frame building include the form of online media, as evidenced by the use of clickbait in detik.com's news. The types of frames identified in detik.com's news are the human interest frame and responsibility frame combined with episodic frame. In contrast, Kompas.com's news employs an economic consequences frame combined with thematic frame. These findings indicate a variation in framing the same issue across different media outlets. Media have an influence in shaping the news frames presented to the public.
Kata Kunci : detik.com, Direktorat Jenderal Pajak, framing, kompas.com, media online, pajak