Analisis Proses Penyelesaian Klaim Individu PT XYZ Dengan Pendekatan Value Steam Mapping
Everson Simamora, Henry Yuliando, MM., M.Agr., Ph.D
2024 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
PT XYZ, salah satu perusahaan asuransi jiwa
terkemuka di Indonesia, dalam upaya meningkatkan posisinya di pasar asuransi
jiwa Indonesia perusahaan harus memberikan layanan terbaik bagi pelanggannya di
semua lini bisnis. Salah satu layanan yang paling disorot oleh pelanggan
asuransi jiwa adalah layanan penyelesaian klaim. Untuk itu perusahaan harus
memberikan pelayanan terbaiknya membenahi layanan ini, guna mewujudkan layanan
penyelesaian klaim yang optimal dan dapat memenuhi service level agreement
yang telah disepakati dengan pelanggan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Value
Stream Mapping (VSM) untuk menganalisis kondisi terkini proses penyelesaian
klaim individual, dilakukan juga identifikasi proses yang merupakan value
added, non value added dan necessary non value added. Melalui
Line Balancing diperiksa kondisi keseimbangan lintasan pada alur tahapan proses-nya,
mengidentifikasi aktivitas yang menyebabkan pemborosan yang menyebabkan
membengkaknya lead time, dilanjutkan dengan mencari akar penyebab
pemborosan itu terjadi, menggunakan fish bone diagaram, dan selanjutnya
mengusulkan perbaikan proses penyelesaian klaim individu untuk mendapatkan lead
time yang lebih optimal sehingga diharapkan di masa yang akan datang dapat
memenuhi service level agreement yang sudah disepakati.
Dengan pendekatan Value Stream Mapping
(VSM) hasil penelitian menunjukkan alur tahapan proses penyelesaian klaim
individu memiliki lead time 2.132 menit (1 hari 11 jam 32 menit). Lead
time yang lama ini disebabkan oleh adanya aktivitas NVA dan pemborosan
termasuk waktu tunggu yang berlebihan, gerakan yang tidak diperlukan, dan
pemrosesan yang berulang. Kondisi tidak efisien ini juga tergambar dalam angka line
effiency yang kecil yaitu 32,5%.
Untuk mengatasi kondisi tidak efisien ini,
penelitian ini mengusulkan serangkaian rekomendasi perbaikan yang komprehensif
berdasarkan analisa VSM dan akar masalah. Rekomendasi yang diberikan
menargetkan eliminasi NVA, pengurangan pemborosan, dan optimalisasi alur
proses. Melalui rekomendasi untuk mendapatkan kondisi yang diinginkan di masa
depan diperkirakan dapat mengurangi lead time sebesar 1.043 menit (17
jam 23 menit), setara dengan penurunan lead time 49% menjadi 1.089 menit
(18 jam 9 menit), dan peningkatan efficiency juga tergambar pada angka line
efficiency yang meningkat menjadi 40%.
Penelitian ini menyoroti efektivitas VSM sebagai alat untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan, sehingga mengefektifkan proses dan meningkatkan kinerja operasional. PT XYZ didorong untuk menerapkan budaya perbaikan berkelanjutan, secara teratur menggunakan VSM untuk mengidentifikasi dan mengatasi proses yang tidak efisien. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, PT XYZ dapat memastikan penyelesaian klaim yang tepat waktu dan efisien, mendorong kepuasan pelanggan, dan memperkuat posisinya di industri asuransi jiwa yang kompetitif.
PT XYZ, a leading life insurance company in
Indonesia, strives to enhance its position in the competitive Indonesian life
insurance market by delivering exceptional customer service across all business
lines. Claim settlement services are particularly crucial for customer
satisfaction in the life insurance industry. Therefore, PT XYZ is committed to
optimizing its claim settlement process to achieve optimal claim settlement
efficiency and meet the agreed-upon service level agreements with its
customers.
This research employs the Value Stream Mapping
(VSM) approach to analyze the current state of the individual claim settlement
process. The study identifies value-added, non-value-added, and necessary
non-value-added processes. Line Balancing is employed to assess the balance of
the process flow and identify waste activities that contribute to the extended
lead time. The fishbone diagram is utilized to delve into the root causes of
these waste activities. Based on the findings, comprehensive improvement recommendations
are proposed for the individual claim settlement process with the aim of
achieving an optimal lead time and fulfilling the agreed-upon service level
agreements in the future.
The VSM analysis reveals that the current
individual claim settlement process exhibits a lead time of 2,132 minutes (1
day 11 hours 32 minutes). This prolonged lead time is attributed to the
presence of non-value-added (NVA) activities and waste, including excessive
waiting times, unnecessary motion, and redundant processing. The process
inefficiency is further reflected in the low line efficiency of 32.5%.
To address these inefficiencies, the study
proposes a series of comprehensive improvement recommendations based on the VSM
analysis and root cause analysis. These recommendations target the elimination
of NVA, the reduction of waste, and the optimization of the process flow. The
implementation of these recommendations is expected to reduce the lead time by
1,043 minutes (17 hours 23 minutes), equivalent to a 49% reduction, resulting
in a new lead time of 1,089 minutes (18 hours 9 minutes). Additionally, the
line efficiency is projected to improve to 40%.
This research highlights the effectiveness of VSM as a tool for identifying and eliminating waste, thereby streamlining processes and enhancing operational performance. PT XYZ is encouraged to embrace a culture of continuous improvement and regularly utilize VSM to identify and address process inefficiencies. By implementing these measures, PT XYZ can ensure timely and efficient claim settlement, fostering customer satisfaction and strengthening its position in the competitive life insurance industry.
Kata Kunci : value stream mapping, lead time, waste, kaizen blitz, fishbone, root cause analysis line balancing, service level agreement