Laporkan Masalah

TANTANGAN PEMBANGUNAN BUDAYA DATA MENUJU TRANSFORMASI DIGITAL ORGANISASI SEKTOR PUBLIK (STUDI KASUS BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN, KEMENTERIAN KEUANGAN)

Pnuel Sukma Perdana, Ario Wicaksono, M.Si., Ph.D.; Dr. Dewi Haryani Susilastuti, M.Sc.

2024 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan

Budaya data diakui sebagai kunci transformasi digital, namun sulit diimplementasikan sehingga justru menjadi tantangan utama di berbagai organisasi, termasuk di organisasi sektor publik. Belum banyak penelitian yang mendalami isu ini apalagi di sektor publik. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengisi celah tersebut dan memberikan wawasan tentang tantangan budaya data di sektor publik dan bagaimana pandangan dan respons anggota organisasi. Penelitian ini untuk mengukur prioritas ragam tantangan budaya data dan mengungkap bagaimana manajer dan staf memaknainya. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan studi literatur. Informan sebanyak 15 orang terdiri dari manajer dan pegawai di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan yang memiliki pemahaman atau pengalaman yang memadai tentang data analitik atau budaya data. Prioritas tantangan dianalisis berdasarkan kuantitas topik, analisis isi wawancara yang fokus pada penekanan atau emosi informan, dan kemunculan topik di luar kerangka pemikiran penelitian. Hasil penelitian mengidentifikasikan tiga topik tantangan utama yaitu pimpinan, pegawai, dan komunikasi. Tantangan terkait pimpinan adalah kesenjangan di level manajemen menengah sehingga perlu peningkatan literasi dan komunikasi yang lebih informal. Tantangan terkait pegawai adalah perbaikan perspektif tentang data dan bagaimana mengelola resistensi secara tepat. Sedangkan tantangan komunikasi adalah bagaimana meningkatkan keseriusan kebijakan dan usaha menjalin komunikasi informal.

Data culture is considered a key of digital transformation, but it is difficult to implement and therefore represents a major challenge for many organizations, including public sector organizations. There are not many studies addressing this topic, especially in the public sector. This research will bridge the gap and provide insights of data culture challenges and how managers and employees perceive them. This research provides insights into the challenges of data culture in the public sector and how organizational members view and respond to them. The research was conducted qualitatively using in-depth interviews and literature reviews. The 15 informants were managers and employees of the Financial Education and Training Agency who had sufficient knowledge or experience in data analysis or data culture. The priority of challenges was analyzed based on the set of themes, the content analysis of interviews that focused on informants' emphases or emotions, and the occurrence of themes outside the research scope. The results identified three main challenge themes: leadership, people, and communication. The challenge for managers is the gap at the middle management level, which requires increased literacy and a more informal style of communication. Employee-related challenges include improving perspectives on data and how to appropriately deal with resistance. The communication challenge is to increase the seriousness of politics and establish informal communication.

Kata Kunci : budaya data, transformasi digital, organisasi sektor publik, data culture, digital transformation, public sector organization

  1. S2-2024-501115-abstract.pdf  
  2. S2-2024-501115-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-501115-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-501115-title.pdf