Laporkan Masalah

PENYUSUNAN STRATEGI PEMASARAN BERAS ANALOG BERDASARKAN PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN

ROYKHANA PURWITA, Ir. Suharno, M. Eng., M. Eng. Sc.; Dr. Ir. Didik Purwadi, M. Ec.

2024 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Beras analog merupakan salah satu alternatif makanan pokok yang memiliki karakteristik mirip dengan beras padi yang terbuat dari bahan baku non-padi dan memiliki banyak manfaat. Akan tetapi, keberadaan beras analog sebagai bahan makanan pokok masih tergolong baru dan belum dikenal oleh masyarakat luas. Hal ini dikarenakan beras analog masih diproduksi dan dipasarkan secara terbatas sehingga konsumen beras ini juga terbatas. Oleh karena itu, diperlukan penyusunan strategi pemasaran beras analog dengan melakukan study on customer pada konsumen beras analog agar strategi pemasaran yang dihasilkan dapat digunakan untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis segmenting, targeting, dan positioning, menganalisis hubungan pengaruh variabel bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian beras analog, dan menyusun strategi pemasaran yang tepat untuk beras analog.

Penelitian ini dilakukan terhadap konsumen beras analog di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan responden berusia 15-64 tahun. Pendekatan analisis segmenting, targeting, dan positioning menggunakan K-means cluster. Sementara itu, analisis pengaruh bauran pemasaran dengan Partial Least Square Structural Equation Modelling (PLS SEM).

Strategi pemasaran beras analog ditargetkan pada tiga segmen yang terbentuk melalui K-means clustering. Setiap segmen akan mendapat strategi sesuai dengan tahapan marketing funnel, dengan segmen pertama di tahap loyalitas, segmen kedua di tahap advokasi, dan segmen ketiga di tahap konversi. Positioning beras analog sebagai sumber energi yang menyehatkan dan dapat menstabilkan berat badan. Strategi bauran pemasaran direkomendasikan berdasarkan signifikansi pengaruh terhadap keputusan pembelian, yaitu produk, distribusi, promosi, dan harga.

Analog rice is an alternative staple food with characteristics similar to conventional rice but is made from non-rice raw materials and offers numerous benefits. However, analog rice as a staple food is still relatively new and not widely recognized by the general public. This is because analog rice is still produced and marketed on a limited scale, resulting in a limited consumer base. Therefore, developing a marketing strategy for analog rice by conducting customer studies on analog rice consumers is necessary to create marketing strategies that can reach a broader audience. This study aims to analyze segmenting, targeting, and positioning; examine the influence of marketing mix variables on the purchasing decisions of analog rice; and formulate an appropriate marketing strategy for analog rice.

This research was conducted on analog rice consumers in the Special Region of Yogyakarta, with respondents aged 15-64 years. The segmenting, targeting, and positioning analysis approach used the K-means clustering method. Meanwhile, the influence of the marketing mix was analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM).

The marketing strategy for analog rice is targeted at three segments formed through K-means clustering. Each segment will receive strategies tailored to the stages of the marketing funnel, with the first segment at the loyalty stage, the second segment at the advocacy stage, and the third segment at the conversion stage. The positioning of analog rice is as a healthy energy source that can help stabilize body weight. The recommended marketing mix strategy is based on the significance of its influence on purchasing decisions, encompassing product, distribution, promotion, and pricing.

Kata Kunci : analisis STP, bauran pemasaran, beras analog, keputusan pembelian, strategi pemasaran

  1. S1-2024-456435-abstract.pdf  
  2. S1-2024-456435-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-456435-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-456435-title.pdf