Percampuran Budaya Pada Cosplayer Indonesia Dalam Perspektif Akulturasi
SHAFIRA BRILLIANTY ASYROFI, Akbar Rizqi Dhea Habibi, S.S., M.A.
2024 | Skripsi | SASTRA JEPANG
Akulturasi budaya adalah suatu proses yang timbul saat suatu kelompok dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari kebudayaan asing, yang mana kemudian kebudayaan asing itu lambat laun akan diterima dan diolah dalam kebudayaan asli sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur-unsur dua kebudayaan tersebut. Akulturasi budaya dapat terjadi karena keterbukaan suatu kelompok masyarakat yang mengakibatkan kebudayaan yang mereka miliki akan terpapar dengan kebudayaan kelompok lain dan menyebabkan adanya perubahan. Akulturasi budaya ini turut terjadi pada kegiatan cosplay di Indonesia, yakni ketika cosplayer menggabungkan atau mengadaptasi unsur-unsur budaya dari Indonesia, seperti pakaian adat dan aksesoris tradisional ke dalam identitas dan penampilan gaya cosplay mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bentuk percampuran budaya yang direpresentasikan oleh cosplayer Indonesia dan motivasi dibalik fenomena tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara dengan cosplayer sebagai informan. Teori yang digunakan untuk menganalisis bentuk percampuran budaya dan motivasi cosplayer dalam melakukan hal tersebut adalah dengan menggunakan teori akulturasi Koentjaraningrat dan teori motivasi Herzberg. Dari hasil analisis ditemukan bahwa percampuran budaya Indonesia dengan budaya populer Jepang masuk ke dalam akulturasi budaya jenis democratic acculturation. Sementara itu, ditemukan dua jenis motivasi cosplayer melakukan percampuran budaya, yakni motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.
Acculturation is a process that occurs when a group with a certain culture is faced with elements of a foreign culture, which then the foreign culture will gradually be accepted and processed in its own original culture without causing the loss of elements of the two cultures. Acculturation can occur due to the openness of a community group which results in their culture being exposed to the culture of other groups and causing changes. This acculturation also occurs in cosplay activities in Indonesia, when cosplayers combine or adapt elements of Indonesian culture, such as traditional clothing and accessories, into their cosplay identity and style appearance. The purpose of this research is to understand the form of cultural mixing represented by Indonesian cosplayers and the motivation behind the phenomenon.
This research uses descriptive qualitative method with data obtained through direct observation and interviews with cosplayers as informants. The theory used to analyze the form of cultural mixing and the motivation of cosplayers in doing so is by using Koentjaraningrat’s acculturation theory and Herzberg’s motivation theory. From the results of the analysis, it was found that the mixing of Indonesian culture with Japanese popular culture belongs to the democratic acculturation type of acculturation. Meanwhile, two types of motivation for cosplayers to do cultural mixing were identified as intrinsic motivation and extrinsic motivation.
Kata Kunci : Percampuran budaya, akulturasi, cosplay, cosplayer