AWAL TRAGEDI PALESTINA DALAM PUISI “FALASTIN” KARYA ILIYYA ABU MADI: ANALISIS SEMIOTIK RIFFATERRE
Muhammad Iqbal Rivai, Dr. Hindun, M.Hum.
2024 | Tesis | S2 Sastra/Kajian Timur Tengah
Perjuangan masyarakat Palestina telah menginspirasi banyak karya sastra di dunia Arab yang menekankan pentingnya negara bagi masyarakat Arab. Para penyair mengatakan mereka mendukung kedaulatan Palestina dan menggambarkan penderitaan yang disebabkan oleh konflik. Mereka menekankan hubungan spiritual dan historis mereka dengan tanah Palestina, menentang pendudukan, dan mengajak orang untuk mengingat hak-hak penduduk asli dan pentingnya melestarikan warisan Arab. Puisi "Falastin" yang ditulis oleh Iliyya Abu Madi dalam antologi al-Khama'il adalah salah satu karya puisi yang menentang konflik ini. Untuk memahami makna dan simbolisme yang berkaitan dengan rasa sakit para sastrawan atas serangan Zionis terhadap tanah Arab, penelitian yang berkaitan dengan puisi ini berfokus pada pemaknaan menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotik yang digagas oleh Michael Riffaterre dalam bukunya Semiotics of Poetry karena puisi umumnya penuh dengan tanda dan konvensi kebahasaan. Mengidentifikasi ungkapan yang mengandung ketidaklangsungan ekspresi dalam puisi, pembacaan semiotik yang mencakup pembacaan heuristik dan hermeneutik, mengidentifikasi matriks-model varian puisi dan mengamati hubungan intertekstual puisi yang bertujuan untuk mengungkap karya hipogram adalah semua upaya yang dilakukan oleh teori ini untuk memaknai tanda-tanda yang ada dalam karya puisi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa puisi "Falastin" dalam antologi al-Khama'il mengungkapkan bangsa Arab mendukung perjuangan untuk kemerdekaan Palestina yang ditunjukkan dengan cinta tanah air oleh para sastrawan Arab bahkan ketika mereka telah berdiaspora ke Amerika dikarenakan mereka bangsa Arab menjadi satu kesatuan. Mereka berkomitmen untuk melindungi tanah suci ini dan tidak akan menyerahkannya kepada Zionis Yahudi yang mencemarkannya. Hipogram pada puisi ini terinspirasi dari kebijakan yang disebut Deklarasi Balfour pada tahun 1917 untuk mendirikan a national home bagi masyarakat Yahudi di Palestina.
The struggle of the Palestinian people has inspired many literary works in the Arab world that emphasize the importance of the state to Arab society. The poets say they support Palestinian sovereignty and describe the suffering caused by the conflict. They emphasize their spiritual and historical connection to the land of Palestine, oppose the occupation, and call on people to remember the rights of the indigenous population and the importance of preserving Arab heritage. The poem “Falastin” written by Iliyya Abu Madi in the anthology al-Khama'il is one such poetic work that opposes this conflict. In order to understand the meaning and symbolism related to the literati's pain over the Zionist attack on Arab lands, the research related to this poem focuses on comprehensive meaning. This research uses a semiotic approach initiated by Michael Riffaterre in his book Semiotics of Poetry, because poetry is generally full of signs and linguistic conventions from other literature. Identifying expressions that contain discontinuity of expression in poetry, semiotic readings that include heuristic and hermeneutic readings, identifying the matrix-model of poetry variants and observing the intertextual relationship of poetry that aims to reveal hypogram works are all efforts made by this theory to decipher the signs that exist in poetry works. The results of the study concluded that the poem “Falastin” in the anthology al-Khama'il reveals that Arabs support the struggle for Palestinian independence which is shown with love for the homeland by Arab writers even when they have diaspora to America because they are Arabs as one. They also reiterate their commitment to protect this holy land and will not hand it over to the Jews who desecrate it. The content of the hypogram poem is inspired by the policy of the so-called Balfour declaration in 1917 to establish a national home for the Jews in Palestine.
Kata Kunci : Iliyya Abu Ma?i, al-Khama'il, Palestina, Semiotika Riffaterre