Kajian Semantik Kognitif Verba Konsonan Tadayou
NABILA MEISYA ARDANA, Drs. Tatang Hariri, M.A., Ph.D.
2024 | Skripsi | SASTRA JEPANG
Studi tentang makna merupakan salah satu topik krusial dalam pembelajaran bahasa Jepang. Bahasa Jepang memiliki banyak kata yang memiliki lebih dari satu makna. Hal ini menyebabkan pembelajar bahasa Jepang acapkali kesulitan untuk menentukan makna yang terkandung dalam suatu kata. Salah satu kata tersebut ialah verba konsonan tadayou.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui klasifikasi makna verba konsonan tadayou serta hubungan antarmaknanya. Data diambil dari korpus NINJAL-LWP for TWC, kemudian dianalisis menggunakan teori semantik kognitif. Kamus daring goo jisho dan Kokugo Kihon Yourei Jiten digunakan sebagai acuan untuk mengetahui makna yang dimiliki verba konsonan tadayou.
Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa makna dasar verba konsonan tadayou ialah ‘melayang’. Kemudian, verba konsonan tadayou memiliki delapan makna perluasan, yakni 1) mengapung, 2) mengembara tanpa tujuan, 3) menguar (aroma, dsb), 4) (latar) suasana, 5) gelisah, 6) tidak stabil, 7) tersentak, dan 8) merasa (perasaan). Namun, makna ‘gelisah’, ‘tidak stabil’, dan ‘tersentak’ tidak lagi ditemukan pemakaiannya pada masa sekarang. Di luar klasifikasi tersebut, ditemukan satu makna baru dalam penelitian ini, yakni ‘meresap’. Selain itu, terdapat pengecualian bahwa benda abstrak dapat digunakan untuk makna ‘melayang’. Perluasan makna verba konsonan tadayou secara metafora struktural yakni ‘mengembara’. Perluasan secara metafora ontologis meliputi makna ‘menguar (aroma, dsb)’ dan ‘(latar) suasana’. Terakhir, perluasan makna secara metonimi meliputi makna ‘mengapung’, ‘merasa (perasaan)’, dan ‘meresap’.
The study of meaning is one of the crucial topics in Japanese language learning. The Japanese language has many words that have more than one meaning. Concurrently, this makes it difficult for Japanese learners to determine the meaning of a word. One of these words is the consonant verb tadayou.
This study uses a qualitative research method that aims to identify the classification of the meaning of the consonantal verb tadayou and its interlanguage relationship. The data were taken from the NINJAL-LWP for TWC corpus and then analyzed using cognitive semantic theory. The goo jisho online dictionary and Kokugo Kihon Yourei Jiten were used as references to find out the meaning of tadayou consonant verbs.
From the results of this research, it was found that the basic meaning of tadayou consonant verbs is hovering. Then, tadayou consonantal verbs have eight expanded meanings, namely 1) float, 2) wander, 3) emit (scent, etc.), 4) (setting) atmosphere, 5) agitated, 6) unstable, 7) flinch, and 8) feel (feeling). However, the meanings of “agitated”, “unstable”, and “flinch” found no place of relevance nowadays. Outside of these classifications, one new meaning was found in this study, namely “to permeate”. In addition, there is an exception that abstract objects can be used for the meaning of “levitate”. The structural metaphorical expansion of the meaning of the consonantal verb tadayou is “wandering”. The ontological metaphorical expansion includes the meanings of “emit (scent, etc.)” and “atmosphere” (setting). Lastly, the metonymical expansion of meaning is “to float”, “to feel (feeling)”, and “to permeate”.
Kata Kunci : semantik kognitif, kategori radial, verba konsonan, tadayou