Etos Kerja terhadap Profesi Barista di Kedai Kopi Spesialti di Yogyakarta
ARIF AJI KURNIAWAN, Dr. M. Falikul Isbah
2024 | Skripsi | Sosiologi
Penelitian ini mengkaji bagaimana dinamika ketenagakerjaan barista di kedai kopi spesialti di Yogyakarta berjalan. Penelitian ini menanyakan bagaimana proses kerja barista dan bagaimana mereka memahami dan mengatasi kondisi ketenagakerjaan mereka selama ini baik di saat bekerja maupun di luar jam kerja. Penelitian dilatarbelakangi oleh budaya kopi yang menjalar ke kedai-kedai kopi di Yogyakarta, serta diikuti dengan digemarinya profesi barista oleh generasi muda di Indonesia secara luas. Menurut pandangan peneliti-peneliti terdahulu, pekerjaan di sektor ini terkenal dengan upah dan tunjangan yang rendah, tidak ada jaminan kerja, waktu istirahat yang sedikit, serta kondisi ketenagakerjaan lainnya yang dianggap eksploitatif. Penelitian dilakukan dengan metode pendekatan fenomenologi untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman pribadi informan dan memberi makna dari fenomena yang diteliti menggunakan sudut pandang informan. Temuan menunjukkan bahwa kondisi ketenagakerjaan barista mencirikan mereka sebagai pekerja precariat dengan kondisi ketenagakerjaan yang eksploitatif. Namun, etos kerja barista yang dilatarbelakangi oleh gairah membuat mereka menyukai pekerjaan mereka melalui perolehan immaterial pada saat mereka bekerja menjadi barista. Pengalaman hospitality terhadap pelanggan di tempat kerja juga menjadi suatu hal yang membuat mayoritas dari mereka senang dan betah ketika bekerja di tempat kerja. Dinamika ketenagakerjaan dalam pekerjaan ini juga mengerucutkan temuan bahwa mereka mendapatkan modal budaya dan sosial yang tinggi yang selanjutnya digunakan untuk menempa karir dan modal ekonomi di industri kopi yang lebih layak. Mayoritas informan optimis dalam berambisi dan memaksimalkan potensi mereka di industri kopi dalam jangka panjang. Penelitian ini menambah literatur sosiologi ketenagakerjaan dengan mengkaji pekerjaan jasa ‘baru’ yang dinilai ‘keren’ dan bergengsi oleh generasi muda di perekonomian saat ini.
This research examines how the dynamics of barista employment in specialty coffee shops in Yogyakarta work. This research asks about the work process of baristas and how they understand and deal with their employment conditions both during work and outside working hours. The research was motivated by the coffee culture that spread to coffee shops in Yogyakarta, and was followed by the popularity of the barista profession among the younger generation in Indonesia at large. According to previous researchers, work in this sector is known for low wages and benefits, no job security, little rest time, and other employment conditions that are considered exploitative. The research was conducted using a phenomenological approach to explore in depth the informants' personal experiences and provide meaning to the phenomena studied using the informants' point of view. The findings show that the employment conditions of baristas characterize them as precariat workers with exploitative employment conditions. However, the work ethic of baristas is motivated by passion, making them love their work through immaterial gains when they work as baristas. The hospitality experience for customers at work is also something that makes the majority of them happy and at home when working at work. The employment dynamics in this job also emphasize the finding that they gain high levels of cultural and social capital which are then used to forge more viable careers and economic capital in the coffee industry. The majority of informants are optimistic about being ambitious and maximizing their potential in the coffee industry in the long term. This research adds to the employment sociology literature by examining the ‘new’ service jobs that are considered ‘cool’ and prestigious by the younger generation in today's economy.
Kata Kunci : barista, kopi spesialti, generasi muda, ketenagakerjaan, dan etos kerja/ specialty coffee, youth, employment, and work ethic