Analisis Spasial Dan Non Spasial Dalam Menetukan Nilai Tanah Di Kelurahan Brang Biji, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
Dayana Permatasari, Prof. Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M., Ph.D
2023 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan
Kelurahan Brang
Biji berdasarkan karakteristik perkotaannya tergolong sebagai pusat kegiatan di
Kabupaten Sumbawa. Secara khusus sebagian wilayahnya merupakan bagian dari SWP
I.B. Fungsi dari status SWP I.B adalah sebagai pusat pelayanan baik ekonomi,
sosial, dan/atau administrasi permukiman. Kelurahan Brang Biji terletak pada
lokasi yang strategis dan didukung dengan berbagai sarana yang memadai, serta
penetapan program strategis nasional yang termuat di Masterplan Percepatan dan
Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Adanya perencanaan
pengembangan di Kelurahan Brang Biji maka diperlukan pengendalian nilai tanah
oleh pemerintah agar menghindari monopoli penguasaan tanah pada saat pengadaan
tanah dan menjaga dinamika nilai tanah. Oleh karena itu, menentukan model
efektif dalam membentuk nilai tanah di Kelurahan Brang Biji dalam mengendalikan
nilai tanah sangat diperlukan sebagai masukin bagi pihak pemerintahan. Tujuan
dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh aspek spasial dan non spasial
dalam menentukan nilai tanah pada model OLS, menganalisis pengaruh aspek
spasial dan non spasial dalam menentukan nilai tanah pada model GWR, menganalisis
model terbaik diantara model OLS dan GWR dalam menentukan model
nilai tanah di Kelurahan Brang Biji, dan menganalisis manfaat model terbaik
dalam membentuk zona nilai tanah di Kelurahan Brang Biji. Data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data transaksi yang berlangsung 1
September 2022—1 Oktober 2023. Penelitian ini secara garis besar menganalisis
model terbaik, model yang terpilih model nilai tanah dengan pendekatan metode Geographically Weight
Regression (GWR). Model GWR yang dibentuk memperoleh nilai R2
sebesar 62?n nilai AIC terkecil sebesar 19,10 dengan pembobot fixed
bi-square. Hasil tersebut menunjukkan model GWR lebih baik
dibandingkan model OLS.
Brang Biji District based on urban
characteristics is classified as an activity center in Kabupaten Sumbawa. In
particular, part of its area is part of SWP I.B. The function of SWP I.B status
is as service center for economic, social, and/or administrative settlements. Brang
Biji District is located in a strategic location and is supported by
various adequate facilities, as well as the establishment of national strategic
programs contained in the Master Plan for the Acceleration and Expansion of
Indonesian Economic Development (MP3EI), most of which are located in Brang
Biji District. The existence of development planning in Brang Biji District
requires the control of land value by the government in order to avoid monopoly
of land control during land acquisition and maintain land dynamics. Therefore,
determining an effective model in shaping land value in Brang Biji District as government input in
controlling land value. The purpose of this study is to analyze the influence
of spatial and non-spatial aspects in shaping land value in the OLS model, analyze the influence of
spatial and non-spatial aspects in shaping land value in the GWR model, analyze the best model among OLS and GWR models in shaping land value models in Brang Biji District, and
analyze the benefits of the best model in shaping land value zones in Brang
Biji District. The data used in this study are transaction data that took place
September 1, 2022-October 1, 2023. This research largely analyzes the best
model, the selected model is the land value model with the Geographically
Weighted Regression (GWR) method
approach. The GWR model formed obtained an R2 value of 62% and the
smallest AIC value of 19.10 with fixed bi-square weighting. These results show
that the GWR model is better than the
OLS model.
Kata Kunci : Nilai tanah, OLS, GWR