Laporkan Masalah

PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM PERSPEKTIF PEDAGOGI KRITIS HENRY GIROUX (STUDI TENTANG PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) KURIKULUM MERDEKA

Muh. Dahza Ikhsan Zaiful, Prof. Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum.

2026 | Tesis | S2 Ilmu Filsafat

Tesis ini berjudul "Profil Pelajar Pancasila dalam Perspektif Pedagogi Kritis Henry Giroux (Studi tentang Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka)" Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka dari perspektif pedagogi kritis Henry Giroux. Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan kebijakan pendidikan serta mengkaji implikasi filosofisnya dalam membentuk paradigma pendidikan yang humanis, kritis, dan transformatif, guna mewujudkan pendidikan yang emansipatoris mentransfer nilai dan kesadaran sosial, bukan hanya pengetahuan. Pertanyaan yang berusaha dijawab dari penelitian ini adalah apakah pelaksanaan P5 dalam Kurikulum Merdeka dapat menghasilkan warga negara yang kritis dan bertanggung jawab sesuai dengan harapan pedagogi kritis Henry Giroux dalam pendidikan, serta apa implikasi filosofis yang terjadi dalam paradoks kebebasan dan kekakuan dalam pelaksanaannya. Mengingat pedagogi kritis menuntut sebuah pendidikan yang menjadi arena pembebasan untuk menghasilkan guru dan siswa sebagai agen transformatif. 


Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode hermeneutika filosofis. Objek formal penelitian adalah pemikiran Henry Giroux tentang Pedagogi Kritis, sementara objek materialnya adalah P5 dalam Kurikulum Merdeka. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan.


Penelitian dalam tesis ini menyimpulkan bahwa Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka memiliki potensi besar untuk merepresentasikan praktik pedagogi kritis Henry Giroux. P5 selaras dengan pemikiran Giroux karena mendorong pembentukan peserta didik sebagai "subjek kritis" melalui kebebasan dalam merumuskan Capaian Pembelajaran dan tema yang relevan dengan isu lokal dan global, serta memfasilitasi peran siswa sebagai agen budaya dan politik yang aktif dalam menyelesaikan masalah sosial dan menginternalisasi nilai-nilai demokrasi. Meskipun terdapat tantangan seperti adaptasi guru terhadap dialog kritis dan keterbatasan waktu, P5 dianggap sebagai arena emansipatoris yang membentuk pelajar yang kritis, etis, dan demokratis, mampu memahami dan menginterogasi relasi kekuasaan dalam masyarakat. Implikasi filosofis dari paradoks antara kebebasan dan kekakuan dalam pelaksanaan P5 terhadap makna pendidikan sebagai sarana pembebasan dan pemberdayaan individu bisa diatasi dengan memperkuat literasi kritis guru, dan menempatkan peserta didik sebagai subjek proyek melalui insitusionalisasi pedagogi kritis yang mendorong guru sebagai intelektual transformatif. 

This thesis is titled "The Profil Pelajar Pancasila (Pancasila Student Profile) from the Perspective of Henry Giroux’s Critical Pedagogy: A Study of the Project for Strengthening the Pancasila Student Profile (P5) in the Merdeka Curriculum." The primary focus of this research is to analyze the Project for Strengthening the Pancasila Student Profile (P5) within the Merdeka Curriculum through the lens of Henry Giroux’s critical pedagogy. The study aims to reflect on educational policies and examine their philosophical implications in shaping a humanist, critical, and transformative educational paradigm. The goal is to realize an emancipatory education that transfers values and social consciousness rather than mere knowledge. The research addresses whether the implementation of P5 in the Merdeka Curriculum can produce critical and responsible citizens in line with Henry Giroux’s expectations for critical pedagogy, as well as the philosophical implications arising from the paradox of freedom and rigidity in its execution. Critical pedagogy demands that education serves as an arena for liberation, positioning both teachers and students as transformative agents.


This study is qualitative, employing the method of philosophical hermeneutics. The formal object of the research is Henry Giroux’s thought on Critical Pedagogy, while the material object is P5 within the Merdeka Curriculum. Data collection was conducted through a literature study.


The findings conclude that the P5 in the Merdeka Curriculum possesses significant potential to represent the practices of Henry Giroux’s critical pedagogy. P5 aligns with Giroux’s thought by encouraging the development of students as "critical subjects" through the freedom to formulate Learning Outcomes and themes relevant to local and global issues. Furthermore, it facilitates the role of students as active cultural and political agents capable of solving social problems and internalizing democratic values. Despite challenges such as teachers' adaptation to critical dialogue and time constraints, P5 is regarded as an emancipatory arena that forms critical, ethical, and democratic learners capable of understanding and interrogating power relations within society. The philosophical implications of the paradox between freedom and rigidity can be addressed by strengthening teachers' critical literacy and positioning students as the subjects of the project through the institutionalization of critical pedagogy, which encourages teachers to act as transformative intellectuals.

Kata Kunci : Filsafat Pendidikan, Kurikulum Merdeka, P5, Pedagogi Kritis, Henry Giroux

  1. S2-2026-490649-abstract.pdf  
  2. S2-2026-490649-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-490649-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-490649-title.pdf