Analisis Penggunaan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) Terhadap Kemudahan Transaksi Pembayaran Pada Pedagang Kaki Lima Di Alun-Alun Selatan Yogyakarta
Cindika Wanda Oktaviani, Dr. Romanus Yoseph Kun Haribowo P, S.E., M.Si.
2023 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN
Perkembangan teknologi di Indonesia telah menjangkau seluruh aspek kehidupan termasuk bidang ekonomi terutama pada sistem pembayaran. Quick Response Indonesian Standard (QRIS) merupakan solusi pembayaran satu pintu yang diinisiasi oleh Bank Indonesia untuk mempermudah transaksi dari berbagai PJSP. Provinsi DIY menjadi provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau Jawa mencapai 11,34%. Salah satu kebijakan strategis pemerintah DIY untuk mengatasi kemiskinan adalah dengan melakukan penguatan ekonomi rakyat melalui pemberdayaan dan dukungan pada pedagang. Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan sektor informal yang secara tidak langsung mempengaruhi perekonomian di DIY. Alun-alun Selatan Yogyakarta menjadi salah satu lokasi wisata yang memiliki banyak PKL yakni mencapai 207 PKL. Penelitian ini difokuskan pada PKL yang telah menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran dengan sampel jenuh sebanyak 56 PKL. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pendapatan sebelum dan sesudah menggunakan QRIS serta kepuasan PKL dalam menggunakan QRIS dengan Uji Paired T Test dan Deskriptif Kuantitatif dengan pendekatan teori Technology Acceptance Model (TAM) dan kepuasan konsumen. Alat analisis yang digunakan yakni SPSS 27 dan Excel. Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata perhari pendapatan PKL sebelum dan sesudah menggunakan QRIS meningkat secara signifikan dan positif sebesar Rp146.964,206. Kemudian untuk kepuasan PKL dalam menggunakan QRIS menunjukkan nilai rata-rata sebesar 4,83 dengan efektivitas sebesar 96,6% yang berarti memberikan kepuasan yang sangat efektif karena nilai tersebut berada pada nilai>80%.
The development of technology in Indonesia has reached all aspects of life, especially in the economic sector, particularly in the payment system. The Quick Response Indonesian Standard (QRIS) is a one-stop payment solution initiated by Bank Indonesia to facilitate transactions from various Payment System Service Providers (PJSP). The DIY province has the highest poverty rate on Java Island, reaching 11.34%. One of the strategic policies of the DIY government to address poverty is to strengthen the economy of the people through empowerment and support for street vendors. Street vendors (PKL) are part of the informal sector that indirectly affects the economy in DIY. Alun-alun Selatan Yogyakarta is one of the tourist locations that have many street vendors, reaching 207 PKL. This research focuses on PKL who have adopted QRIS as their payment method, with a saturated sample of 56 PKL. The objective of this research is to determine the difference in income before and after using QRIS, as well as the satisfaction of PKL in using QRIS, using Paired T-Test and Quantitative Descriptive methods with the Technology Acceptance Model (TAM) theory and customer satisfaction approach. The analytical tools used are SPSS 27 and Excel. The results of this research show that the average income of PKL increased significantly and positively by Rp146,964.206 after using QRIS. Furthermore, the satisfaction level of PKL in using QRIS is found to have an average value of 4.83 with an effectiveness rate of 96.6%, indicating a highly effective satisfaction level as the value exceeds 80%.
Kata Kunci : QRIS, PKL, TAM, Kepuasan Konsumen