Hubungan Asupan Energi, Protein, Zat Besi, Asam Folat, dan Lama Menstruasi dengan Kadar Hemoglobin Atlet Remaja Putri di SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Sidoarjo Jawa Timur
Rahmatika Nur Khumairoh, Janatin Hastuti, S.Si., M.Kes., Ph.D; Rahadyana Muslichah, S.Gz., M.Sc
2023 | Skripsi | GIZI KESEHATAN
Latar Belakang: Atlet khususnya remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami
masalah gizi, salah satunya anemia defisiensi besi. Anemia defisiensi besi
dapat mempengaruhi kapasitas aerobik dan penurunan performa atlet. Pada remaja,
anemia dapat disebabkan oleh iron loss, asupan zat gizi yang inadekuat,
dan pada remaja putri resiko anemia menjadi lebih tinggi karena adanya proses
menstruasi.
Tujuan Penelitian: Mengetahui apakah terdapat hubungan antara asupan energi, protein, zat
besi, dan asam folat serta lama menstruasi terhadap kadar hemoglobin pada atlet
remaja putri di SMAN Olahraga Jawa Timur.
Metode: Penelitian ini menggunakan
desain penelitian cross-sectional pada 48 subjek penelitian berusia 15 –
18 tahun dari berbagai cabang olahraga. Kadar hemoglobin diukur menggunakan
GCUHb, pemenuhan asupan gizi dinilai menggunakan Quantitative Food Frequency
Questionnaire (SQ-FFQ) dan data lama menstruasi diperoleh menggunakan kuesioner
menstruasi.
Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan
tidak terdapat hubungan yang bermakna (p>0,05) antara asupan energi
dengan kadar hemoglobin (p=0,465; r= 0,014), asupan protein dengan kadar
hemoglobin (p=0,811; r= -0,065), dan asupan asam folat dengan kadar
hemoglobin (p=0,487; r= -0,069). Demikian juga tidak terdapat hubungan
signifikan antara lama menstruasi dengan kadar hemoglobin (p=1,000; r=
-0,035). Tidak dilakukan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara asupan
zat besi dengan kadar hemoglobin dikarenakan tidak memenuhi syarat uji, namun
berdasarkan hasil analisis korelasi spearman didapatkan nilai r= 0,129.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan secara statistik antara asupan energi, protein, zat besi, dan asam folat, serta lama menstruasi dengan kadar hemoglobin atlet remaja putri, namun dapat diketahui pola hubungan tiap variabel dengan kadar hemoglobin. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan beragam untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kadar hemoglobin atlet remaja putri.
Background: Athletes,
especially young women, are a group that is vulnerable to nutritional problems,
one of which is iron deficiency anemia. Iron deficiency anemia can affect
aerobic capacity and decrease athlete's performance. In adolescents, anemia can
be caused by iron loss, inadequate intake of nutrients, and in young women the
risk of anemia is higher due to the menstrual process.
Objective: This study
aims to determine whether there is a relationship between intake of energy, protein,
iron, and folic acid and the duration of menstruation on hemoglobin levels in
female athlete athletes at SMANOR Sidoarjo.
Methods: This study
used a cross-sectional study design on 48 research subjects aged 15-18 years
from various sports. Hemoglobin level was measured using GCUHb. Data on energy,
protein, iron, and folic acid intake were obtained using the Semi Quantitative
Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) method and data on menstrual duration
were obtained using a menstrual questionnaire.
Result: Statistical test results showed
that there was no significant relationship (p>0.05) between intake of
energy (p=0,465; r= 0,014), protein (p=0,811; r= -0,065), and folic acid
(p=0,487; r= -0,069) with hemoglobin levels. Likewise, there was no significant
relationship between menstrual duration and hemoglobin level (p=1,000).
Iron intake with hemoglobin levels cannot be analyzed using Chi-Square because
it does not meet the test requirements. However, based on the results of the
Spearman correlation analysis, the value of r= 0,129 is obtained.
Conclusion: There was no statistically significant relationship between intake of energy, protein, iron, and folic acid, and the length of menstruation with the hemoglobin level. However, it can be seen the relationship pattern of each variable with hemoglobin levels. Further research is needed with a larger and more diverse sample to identify factors that can affect the hemoglobin level.
Kata Kunci : Kadar Hemoglobin, anemia, atlet remaja putri, asupan gizi, lama menstruasi