STRATEGI KAMPANYE JARINGAN KOTAK KOSONG MELALUI PENDEKATAN POLITICAL MARKETING PADA PILKADA KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2020 DALAM KONDISI PANDEMI COVID-19
FINDA ANANTASYA P T, Dr. rer.pol. Mada Sukmajati, S.IP., M.PP.
2022 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHANPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kampanye dalam meraih suara kotak kosong yang dilakukan oleh jaringan kotak kosong dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Wonosobo pada tahun 2020. Sepanjang sejarah Pilkada Kabupaten Wonosobo, tahun 2020 adalah kali pertama pemilihan kepala daerah hanya diikuti oleh satu pasangan calon dan dalam kondisi pandemi Covid-19. Hal tersebut kemudian melahirkan kelompok masyarakat yang mengatasnamakan diri sebagai jaringan kotak kosong diantaranya Barisan Pejuang Kotak Kosong (Baju Koko), Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMPD), dan Relawan Kyai Walik Reborn. Berbagai elemen masyarakat dengan berbagai motif dan tujuan ini ikut mensosialisasikan kotak kosong sebagai alternatif pilihan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan dokumentasi. Studi ini menggunakan pendekatan political marketing dari Denny Januar Ali yang disebut model 10 P untuk marketing politik sebagai kacamata analisis strategi kampanye yang dilakukan jaringan kotak kosong di Wonosobo. Terdapat tiga temuan besar penelitian. Pertama, interelasi antar ketiga jaringan kotak kosong di Wonosobo menunjukkan bahwa masing-masing jaringan berdiri otonom. Tetapi juga berkoordinasi terbatas untuk mendukung kotak kosong. Kedua, di masa pandemi Covid 19 para jaringan kotak kosong terlihat menggunakan tiga model kampanye yaitu kampanye virtual, kampanye tatap muka, dan kampanye silaturahmi. Meskipun tiga model kampanye serupa digunakan oleh antar jaringan kotak kosong, tapi dieksekusi dengan pola yang berbeda. Ketiga, strategi kampanye yang dilakukan jaringan kotak kosong masih relevan jika dianalisis menggunakan pendekatan political marketing pada model 10 P oleh Denny Januar Ali. Di mana Baju Koko memenuhi 5 P, AMPD dapat melaksanakan 7 P, dan Relawan Kyai Walik Reborn berhasil mendekati sebanyak 6 P dari 10 P model. Sedangkan jika dianalisis secara kesatuan jaringan kotak kosong mampu memenuhi poin P1-P8, kecuali P9: Post Election, P10: Political Legacy.
This study aims to analyze the campaign strategy for obtaining empty box votes carried out by the network of empty Box in the regional head election in Wonosobo Regency in 2020. Throughout the history of the Wonosobo District Election, 2020 was the first time that the regional head election was only attended by one pair of candidates and in the context of the Covid-19 pandemic. This then gave birth to community groups claiming to act as empty box networks including the Empty Box Warrior Front (Baju Koko), the Alliance of People Caring for Democracy (AMPD), and Kyai Walik Reborn Volunteers. Various elements of society with various motives and goals participate in socializing the empty box as a choice. This research uses qualitative methods with case studies. Data collection techniques are in the form of in-depth interviews and documentation. This study uses a political marketing approach from Denny Januar Ali which is called the 10 P model for political marketing as a lens for analyzing the campaign strategy carried out by the empty box network in Wonosobo. There are three major research findings. First, the interrelation between the three empty box networks in Wonosobo shows that each network is autonomous. But also coordinate limited to support empty box. Second, during the Covid-19 pandemic, empty box networks were seen using three campaign models, namely virtual campaigns, face-to-face campaigns, and hospitality campaigns. Although three similar campaign models are used by inter-network blank boxes, they are executed with different patterns. Third, the campaign strategy carried out by the empty box network is still relevant when analyzed using a political marketing approach to the 10P model by Denny Januar Ali. Where Koko's clothes fulfill the 5 P's, AMPD can carry out the 7 P's, and Kyai Walik Reborn Volunteers manage to approach as many as 6 P's out of 10 P models. Meanwhile, if analyzed as a whole, the network of empty box can fulfill points P1-P8, except for P9: Post Election, P10: Political Legacy.
Kata Kunci : Strategi Kampanye, Politik Marketing, Jaringan Kotak Kosong, Pilkada, Pandemi Covid-19