Redesain Stasiun Bogor Menjadi Stasiun Intermoda Dengan Pendekatan Regionalisme
MUHAMMAD MURSYIDUL UMAM RUHYANA, Syam Rachma M. ST., M.Eng., PhD
2022 | Skripsi | S1 ARSITEKTURBerangkat dari keresahan penulis sebagai mahasiswa arsitektur ketika sering menggunakan fasilitas kereta komuter, perencanaan desain stasiun saat ini berjalan kearah era modern yang tidak seimbang dimana struktur bangunan menggunakan teknologi yang lebih maju, namun terjadi penyeragaman dalam desainnya, sehingga mengakibatkan hilangnya identitas suatu stasiun terhadap situs dimana ia berada. Sejalan pula dengan rencana desain kota Bogor dimasa mendatang dimana akan dibangun fasilitas Alun-Alun Kota Bogor yang berada tepat di sebelah bangunan Stasiun Bogor, maka semakin dibutuhkanlah identitas suatu bangunan Stasiun Bogor yang memiliki ciri khas ke-daerahannya. Stasiun Bogor harus menjadi bangunan yang dapat merepresentasikan Kota Bogor melalui identitas dan inovasi desainnya.
Departing from the author's anxiety as an architecture student when he often uses commuter train facilities, the current station design planning is moving towards an unbalanced modern era where the building structure uses more advanced technology, but there is uniformity in the design, resulting in the loss of a station's identity to the site where it is located. In line with the design plans for the city of Bogor in the future where the Bogor City Square facility will be built right next to the Bogor Station building, there is an increasing need for an identity for a Bogor Station building that has regional characteristics. Bogor Station must be a building that can represent the City of Bogor through its identity and design innovation.
Kata Kunci : Redesain, Stasiun Bogor, Bogor, Stasiun Intermoda, Regionalisme