Laporkan Masalah

Analisis Kesuksesan Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard pada Usaha Mikro dan Kecil di Kota Semarang

DEA AYU FAHRUNNISYA, Haryono, Drs., M.Com., Ak., CA.

2022 | Skripsi | S1 AKUNTANSI

Sektor finansial merupakan salah satu sektor industri yang berkembang seiring dengan perkembangan ekonomi digital. Perkembangan ini ditunjukkan dengan banyaknya perusahaan penyelenggara dompet digital yang memungkinkan terjadinya pembayaran tanpa kontak. Hal ini mendorong Bank Indonesia untuk menyusun standarisasi QR code yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam sistem pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesuksesan sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang digunakan oleh Usaha Mikro dan Kecil di Kota Semarang berdasarkan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) oleh Venkatesh dkk. (2003). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner cetak dan elektronik. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dan daring terhadap 109 responden dengan metode purposive sampling. Data diolah menggunakan aplikasi SmartPLS 4 dengan metode analisis Partial Least Square - Structural Equation Modeling. Hasil penelitian ini menemukan bahwa harapan kinerja, harapan usaha, dan pengaruh sosial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap intensi penggunaan. Selain itu, kondisi fasilitasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku penggunaan. Namun, intensi penggunaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku penggunaan QRIS oleh UMK di Kota Semarang.

The financial sector is one of the sectors that continuously develops along with the development of the digital economy. This development is shown by the number of digital wallet providers that allow contactless payments. This condition has prompted Bank Indonesia to initiate a standardized QR code which is expected to increase efficiency in the payment system. This study aims to analyze the success of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) system used by Micro and Small Enterprises in Semarang based on the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) model by Venkatesh et al. (2003). This study used quantitative methods with primary data obtained through printed and electronic questionnaires. Data collection was carried out in-person and online on 109 respondents using the purposive sampling method. The data were processed using the SmartPLS 4 application with the Partial Least Square - Structural Equation Modeling analysis method. The results of this study found that performance expectancy, effort expectancy, and social influences do not have a significant influence on behavioral intention. Moreover, facilitating conditions do not have a significant influence on use behavior. However, the behavioral intention has a significant influence on the use behavior of QRIS by MSEs in Semarang.

Kata Kunci : QRIS, UMK, UTAUT, intensi penggunaan, perilaku penggunaan

  1. S1-2022-423387-abstract.pdf  
  2. S1-2022-423387-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-423387-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-423387-title.pdf