SOCIOPRENEURSHIP DI TENGAH PANDEMI COVID-19: Strategi Resiliensi Lawe Indonesia sebagai Kewirausahaan Sosial Berbasis Komunitas
DEVIA PUTRI MAHARANI, Dr. M Falikul Isbah, G.D.Soc., M.A.
2022 | Skripsi | S1 SOSIOLOGILawe Indonesia merupakan kewirausahaan sosial berbasis komunitas yang telah berdiri sejak 14 tahun silam. Lawe Indonesia memiliki untuk melestarikan tenun Indonesia, mendukung para perempuan dan penyandang disabilitas untuk mendapat pendidikan dan penghasilan lebih melalui program pendampingan dan aktivitas bisnis. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengeksplorasi apa saja dampak pandemi Covid-19 terhadap praktik wirausaha sosial Lawe Indonesia yang dalam aktivitasnya melibatkan kelompok masyarakat sebagai mitra dan bagaimana strategi resiliensi mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif terhadap sumber data primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, penurunan omzet secara drastis, terhentinya produksi produk hingga mitra pengrajin tidak mendapat penghasilan hingga program pemberdayaan yang ikut terhenti pun terjadi akibat pandemic Covid-19. Strategi resiliensi yang digunakan Lawe Indonesia untuk mengatasi berbagai dampak pandemi Covid-19 terbagi menjadi 3 kategori, yaitu: 1) Strategi aktif, dengan memanfaatkan potensi organisasi dan mitra pengrajin dilakukan pengembangan internal dan membangun kerjasama maklon 2) Strategi pasif, dengan melakukan cost reduction pada area tertentu, 3) Strategi jaringan, Lawe Indonesia berhasil mengembangkan relasi-relasi sosial yang sebelumnya terjalin menjadi kerjasama untuk manfaat ekonomi dan sosial. Cara memelihara modal sosial dengan para mitra pun menjadi hal yang perlu untuk diperhatikan. Untuk itu, hal ini menjadi menarik untuk diteliti lebih lanjut.
Lawe Indonesia is a community based sociopreneurship that has been established since 14 years ago. Lawe Indonesia chooses to preserve Indonesian fabric woven, support women, and persons with disabilities to get better education and income through mentoring programs and business activities. This research is conducted to explore the impact of the Covid-19 pandemic on Lawe Indonesia's social entrepreneurship practices which in their activities involve community groups as partners and what are their resilience strategies. This research uses a qualitative approach to analyze primary and secondary data sources obtained through in-depth interviews, observation, and documentation. Based on the research result, the impacts of Covid-19 pandemic against Lawe Indonesia are declining income, production suspended, craftsmen partner earning no income, and mentoring programs stopped. Resilience strategy applied by Lawe Indonesia to handle Covid-19 pandemic effects are divided by three categories, those are: 1. Active strategy, Lawe makes improvements internally and establishes partnership with "maklon" to utilize the potential of the organization and craftsmen partner. 2. Passive strategy, Lawe decided to make a cost reduction in some parts. 3. Network strategy, Lawe Indonesia has succeeded in developing social relations that were previously established into cooperation for economic and social benefits. The way Lawe maintains the social capital with partners also needs to be considered. Through those, these will be interesting for further research.
Kata Kunci : Sociopreneurship, Lawe Indonesia, Strategi Resiliensi